Menjelang Pernikahan, Dita Soedarjo Jalani Program Diet

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Denny Sumargo melamar kekasihnya, Dita Soedarjo di The Darmawangsa Residence, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu, 4 Agustus 2018 (Tabloidbintang.com)

    Denny Sumargo melamar kekasihnya, Dita Soedarjo di The Darmawangsa Residence, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu, 4 Agustus 2018 (Tabloidbintang.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah melangsungkan pertunangan pada 4 Agustus 2018, pasangan Denny Sumargo dan Dita Soedarjo segera mempersiapkan acara pernikahan. Diakui Dita, sejauh ini persiapan pernikahan keduanya sudah mencapai 50 persen.

    Baca: Pamerkan Foto Pre-wedding, Dita Soedarjo Dipuji Sederhana

    Rencananya pernikahan Denny Sumargo dan Dita Soedarjo mengusung konsep klasik elegan, tanpa menggunakan adat tertentu. "Konsepnya classic elegant, jadinya putih. Kita sih so far lebih enggak mau pakai adat sih ya, jadinya lebih kayak modernlah, makan sama keluarga gitu-gitu, elegan," kata Dita Soedarjo di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis, 6 September 2018.

    Demi tampil maksimal di hari pernikahan, Dita menjalani program diet. Dia ingin menurunkan 4 kilogram bobot badannya. "Kemarin salah satu desainer kirim foto bajunya sudah jadi, warna putih panjang, bagus banget. Tapi bajunya tuh kecil, saya harus turun 4 kilo nih, setidaknya 4 kilo untuk masuk ke baju itu. Nah itu salah satu challenge," ucapnya.

    Dilanjutkan Dita, lain halnya dengan Denny Sumargo yang tampak gagah dalam balutan busana apa pun. Kebetulan baju pengantin untuk Denny juga sudah selesai dikerjakan. "Bajunya sudah siap. Dia sih ganteng ya pakai baju apa saja, jadi enggak perlu permak sana-sini. Enggak perlu pakai korset ketat. Kalau punyaku kan perlu pakai korset biar kelihatan lebih flat," tutur Dita Soedarjo.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.