Pertunjukan Puno Papermoon Puppet di Bandung, 1200 Tiket Tandas

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penonton membaca surat-surat kiriman orang untuk mereka yang telah wafat pasca pementasan lakon Puno (Letters to The Sky) garapan Papermoon Puppet Theatre di Auditorium IFI Bandung, Kamis malam, 31 Agustus 2018. (TEMPO/ANWAR SISWADI)

    Penonton membaca surat-surat kiriman orang untuk mereka yang telah wafat pasca pementasan lakon Puno (Letters to The Sky) garapan Papermoon Puppet Theatre di Auditorium IFI Bandung, Kamis malam, 31 Agustus 2018. (TEMPO/ANWAR SISWADI)

    TEMPO.CO, Bandung - Pementasan Papermoon Puppet Theatre di Bandung digandrungi penonton. Kelompok teater boneka asal Yogyakarta itu menghelat drama berjudul Puno (Letters to The Sky) di Auditorium pusat kebudayaan Prancis IFI Bandung. Selama empat hari pementasan sejak 30 Agustus - 2 September 2018, sebanyak 1.200 lembar tiket tandas.

    Baca: Papermoon Puppet Membicarakan Kematian dan Kehilangan Lewat Puno

    Setiap hari ada dua kali pementasan, sore dan malam. Pada pementasan kedua hari pertama, ruangan sesak oleh 300-an penonton. Mereka duduk hingga ke tepi panggung yang dibuat di lantai. "Saya merinding lihat penonton sebanyak ini," kata sutradara pertunjukan Maria Tri Sulistyani alias Ria, Kamis malam, 30 Agustus 2018.

    Lakon Puno merupakan gubahan drama teater boneka yang mereka buat sebelumnya pada 2014 dengan judul Surat ke Langit (Letter to The Sky). Puno dipentaskan keliling tiga kota dimulai dari Yogyakarta, Jakarta, kini singgah di Bandung. Puno berkisah soal kematian, yang dalam ceritanya melibatkan hubungan antara seorang anak dan bapaknya.

    Tujuan pementasan keliling yang bertiket agak mahal ini kata Ria, hasilnya digunakan untuk menghelat festival boneka internasional ke-6 yang mereka buat dua tahun sekali sejak 2008. "Festivalnya nanti gratis berkat dukungan para penonton Puno semua dan donatur lain," ujarnya.

    Di Bandung, harga tiket masuk dibanderol rata Rp250 ribu per orang. Panitia menyediakan 1.200 tiket berbentuk kartu undangan. Rencananya tiket bakal ditambah untuk memenuhi pesanan.

    Sementara di Jakarta dengan tujuh kali pementasan, harga per tiketnya Rp350 ribu. Khusus sebuah pertunjukan, kisarannya Rp500 ribu hingga Rp6 juta. Total penonton di Jakarta sebanyak 700-an orang, kata Ria, sementara di Yogyakarta sekitar 1.600-an penonton.

    Seorang penonton Arip Tirta mengatakan, pertunjukan Puno tidak mengandalkan tipuan teknologi canggih untuk mengesankan penonton. Kedalaman cerita dinilainya menjadi kekuatan utama yang menjalin siapa pun, terkait soal kehilangan orang yang dicintai. "Para pemain juga tampil bagus dengan melibatkan penonton sehingga pertunjukan lebih hidup," kata Arip, Jumat, 31 Agustus 2018.

    Momen paling personal dan menyentuh baginya ketika membaca surat-surat dari puluhan orang untuk mereka yang telah meninggal. Pementasan Puno dinilainya bagus untuk dinikmati sendiri, bersama teman, atau keluarga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.