Kalau Jadi The Sacred Riana, Deddy Corbuzier Tak Akan Pulang

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deddy Corbuzier. TEMPO/Yosep Arkian

    Deddy Corbuzier. TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO.CO, JakartaDeddy Corbuzier menyoroti nasib para pesulap di Indonesia. Dibanding di luar negeri, menurut Deddy, profesi pesulap di Tanah Air cenderung kurang dihargai.

    Baca: Program Hitam Putih Deddy Corbuzier Ditegur KPI

    "Saya 2011 - 2012 dapat penghargaan di Amerika sebagai mentalis terbaik di dunia. Di Indonesia nggak ada bedanya tuh gue," Deddy Corbuzier menjadikan pengalamannya sebagai contoh.

    Deddy Corbuzier lantas menyebut nama pesulap lain, yang memiliki nasib tak jauh berbeda. Salah satunya The Sacred Riana. The Sacred Riana sukses menjuarai ajang Asia's Got Talent 2017. Saat ini Riana tengah berkompetisi di America's Got Galent.

    "Riana pas di Asia’s Got Talent pulang ke Indonesia yang ngundang acara apa? Yang ngundang acara gosip, kalau nggak acara gosip acara musik, terus acara alay. Udah seram-seram ada di acara alay. Sedih kan?" kata Deddy Corbuzier.

    Dalam hal ini, Deddy Corbuzier tidak menyalahkan Riana. Deddy menilai masyarakat Indonesia yang belum bisa menghargai profesi pesulap

    "Kalau gue jadi Riana enggak pulang (ke Indonesia). Ngapain gue pulang, mending gue di sana (Amerika), gue kaya raya kali di sana. Pulang ke sini dibayar 2 juta masuk tv harus gedek-gedek, sedih gitu," ucap Deddy Corbuzier.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.