Hari Moekti Dimakamkan, Tak Ada Taburan Bunga dan Batu Nisan

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hari Moekti, rocker Indonesia era 1980-an yang hijrah menjadi ustad, mengembuskan napas terakhir di usia 61 tahun pada Minggu, 24 Juni 2018. Ia dikabarkan meninggal akibat serangan jantung. Facebook.com

    Hari Moekti, rocker Indonesia era 1980-an yang hijrah menjadi ustad, mengembuskan napas terakhir di usia 61 tahun pada Minggu, 24 Juni 2018. Ia dikabarkan meninggal akibat serangan jantung. Facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah disalatkan dan dimandikan di Pesantren Al Inayah, jenazah musikus sekaligus pendakwah Hari Moekti dikebumikan di pemakaman keluarga, Kawasan Pasir Kuda, Cikretek, Bogor, Jawa Barat.

    Baca: Pemakaman Hari Moekti Diiringi Isak Tangis

    Warga sekitar turut mengantarkan jenazah Hari ke peristirahatan terakhirnya. Tak terkecuali kerabat dekat dan keluarga. Hari dimakamkan di dekat pusara kakek dan neneknya.

    "Diiringi orang sekampung dan juga keponakan dari Cimahi. Keluarga juga ada, anak paling besar, anak kedua masyarakat, dan ustad," ujar Kang Pupung Apun, adik Hari, di Kampung Pasir Kuda, Cikretek, Bogor, Jawa Barat, Senin, 25 Juni 2018.

    Suasana duka saat proses pemakaman Haryadi Wibowo alias Hari Moekti, di Kampung Pasir Kuda, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Senin, 25 Juni 2018. (TEMPO/ADE RIDWAN)

    Kang Pupung mengatakan, sebelum wafat, almarhum juga sempat berpesan tentang prosesi pemakaman yang diinginkan. Hari, kata dia, tak ingin ditutupi dengan kain batik dan dilakukan prosesi tabur bunga.

    "Beliau pesan, (kalau meninggal) jangan ditutupi dengan batik dan jangan ada bendera kuning. Tutupi dengan al-liwa ar-rayah dan tidak mau pakai bunga. Karena menurutnya bunga lambang kebahagiaan, batu nisan juga enggak mau. Itu sudah lama pesannya," ucapnya.

    Hari Moekti meninggal di Rumah Sakit Dustira Kota Cimahi, Jawa Barat, pada Minggu, 24 Juni 2018, pukul 20.59, karena stroke.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.