Memilih Berdakwah, Hari Moekti Tak Lagi Menyanyi dan Naik Gunung

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hari Moekti, yang memiliki nama asli Hariadi Wibowo, mendekati banyak ustad dan mulai mengaji, yang membuat hidupnya berubah 180 derajat. Hari Moekti meninggalkan ketenaran di dunia hiburan dan mantap menjejak di jalan dakwah. Dok.TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Hari Moekti, yang memiliki nama asli Hariadi Wibowo, mendekati banyak ustad dan mulai mengaji, yang membuat hidupnya berubah 180 derajat. Hari Moekti meninggalkan ketenaran di dunia hiburan dan mantap menjejak di jalan dakwah. Dok.TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Moekti dikenal publik sebagai seorang rocker sebelum kemudian memutuskan hijrah dan menjadi pendakwah saat berada di puncak kariernya sebagai penyanyi di akhir 1990-an.

    Baca: Hari Moekti Dimakamkan, Tak Ada Taburan Bunga dan Batu Nisan

    Banyak hal yang kemudian mantap ditinggalkan penuh oleh Hari Moekti, termasuk menyanyi. Jika ada jemaah yang memintanya bernyanyi, Harry Moekti akan langsung menjelaskan bahwa ia tidak lagi menyanyi. Beruntung, permintaan semacam itu tidak terlalu sering terjadi.

    "Tidak ada (yang meminta menyanyi). Kalaupun ada, biasanya saya akan jelaskan," kata Hari Moekti, dalam sebuah wawancara yang dimuat Tabloib Bintang Indonesia pada 1999.

    Tidak hanya menyanyi, Hari Moekti juga meninggalkan beberapa kebiasaan lain yang sering dilakukannya sebelum hijrah. "Mentraktir orang dan naik gunung," ungkap Hari Moekti yang kemudian lebih memilih arung jeram sebagai hobi yang masih ditekuni. Tidak ada alasan pasti mengapa dua hal ini berhenti dilakukannya setelah hijrah.Hari Moekti, rocker Indonesia era 1980-an yang hijrah menjadi ustad, mengembuskan napas terakhir di usia 61 tahun pada Minggu, 24 Juni 2018. 

    Hari Moekti mengaku tidak pernah menyesali semua hal yang pernah dilakukannya di masa lalu. "Tidak ada (yang saya sesali)," ujar Hari Moekti. 

    Ia justru merasa lebih percaya diri dan tidak lagi minder setelah hijrah. Kecuali satu hal ini. " Paling ada rasa dalam hati, mengapa saya tidak belajar mengaji dari dulu," katanya.

    Setelah kurang lebih 20 tahun menjalani kehidupan baru sebagai pendakwah, Hari Moekti berpulang untuk selama-lamanya pada Minggu, 24 Juni 2018.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.