Pertunjukan Teater Klasik Korea Digelar UKDW-KCC Sejong

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta asal Korea Selatan, Lee Ga-Yeong tampil menunjukkan aksinyanya dalam ajang final Prix de Lausanne ke-43 di teater Beaulieu di Lausanne, Siwss, 7 Februari 2015. REUTERS

    Peserta asal Korea Selatan, Lee Ga-Yeong tampil menunjukkan aksinyanya dalam ajang final Prix de Lausanne ke-43 di teater Beaulieu di Lausanne, Siwss, 7 Februari 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Yogkarta -Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta bekerja sama dengan Korean Cultural Center (KCC) Sejong menggelar pertunjukan teater klasik Korea dengan cerita "Cinta Pung Dong" di Auditorium Koinonia UKDW, Jumat.

    "Pertunjukan yang dimainkan oleh Tim Teater Goryeonggun dan disutradari Kim Tae-Seok itu dalam rangka memperkenalkan kebudayaan Korea," kata Kepala Biro Kerja Sama dan Relasi Publik UKDW Arida Susyetina.

    Baca: 5 Artis Korea yang Bagikan Tips Kecantikan di Media Sosial

    Tim Teater Goryeonggun, menurut dia, merupakan sebuah tim teater klasik Korea yang berasal dari Kabupaten Goryeonggun, Provinsi Gyeongsangnamdo, Korea Selatan (Korsel). Kabupaten tersebut terkenal sebagai kota sejarah Kerajaan Gaya Agung.

    Ia mengemukakan, cerita "Cinta Pung Dong" merupakan pertunjukan tradisional Korea yang menampilkan berbagai lagu rakyat, tarian, dan musik yang biasanya ditampilkan di alun-alun. Penonton diajak untuk menikmati seni rakyat tradisional Korea itu.

    "Pertunjukan itu menampilkan aksi yang memaksimalkan gerak dan meminimalkan dialog sehingga memudahkan orang asing yang tidak tahu bahasa Korea untuk memahami dan menikmati isi pertunjukan," katanya.

    Pada kesempatan itu, UKDW juga memperkenalkan Pusat Budaya dan Bahasa Korea sebagai tindak lanjut dari kerja sama UKDW dengan KCC Sejong yang telah dituangkan dalam MoU dan ditandatangani pada 6 April 2018.

    "KCC Sejong merupakan sebuah yayasan yang didirikan di Yogyakarta pada tahun 2008 untuk mengembangkan hubungan dan pertukaran budaya antara Korea dengan Indonesia," kata Arida.

    Menurut dia, Pusat Budaya dan Bahasa Korea itu akan menjalankan kegiatan pengenalan budaya Korea dan memberikan program beasiswa untuk anak-anak sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

    "Selain itu juga akan melayani kursus bahasa Korea yang terbagi dalam kelas umum, privat, anak-anak, kelas ujian EPS-Topik, kelas ujian Topik, serta menyediakan informasi beasiswa dari pemerintah Korsel dan universitas-universitas di Korea Selatan," kata Arida.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.