Film Kembang Kantil, Horor yang Tak Sekadar Obral Darah

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Nafa Urbach melayani pengunjung bioskop untuk foto disela sela gala premier Kembang Kantil di  XXI Epicentrum, Jakarta, 13 April 2018. TEMPO/Nurdiansah

    Artis Nafa Urbach melayani pengunjung bioskop untuk foto disela sela gala premier Kembang Kantil di XXI Epicentrum, Jakarta, 13 April 2018. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta -Dua film yang diproduksi Dee Company gagal merangkul sejuta penonton. Namun hasil akhirnya tidak bisa dibilang buruk.

    Baca: Alasan Nagita Slavina Terima Tawaran Main Film Lagi

    Debut Dee Company lewat Gasing Tengkorak mengumpulkan 440 ribu penonton. Bayi Gaib, 610 ribu penonton. Ini membuat produser Dheeraj Kalwani (dulu KK Dheeraj) percaya diri memproduksi horor dengan nilai produksi lebih tinggi.

    Kembang Kantil menampilkan set rumah mewah, teater, panti asuhan, kampus, dan taman. Lebih bervariasi ketimbang dua film Dee Company sebelumnya.

    Kisahnya dimulai saat pasutri Anton (Fadika) dan Santi (Nafa) mengadopsi Tania (Richelle) dari panti asuhan yang dikelola Novi (Sarwendah). Tania gadis kecil yang kesepian.

    Sejak Tania diadopsi, banyak hal ganjil terjadi di rumah Anton. Mulanya, pembantu Anton ditemukan tewas di gudang. Berikutnya, Alisa (Irish) adik Anton yang pulang dari luar negeri, mendapat surat ancaman dari seorang laki-laki. Bersama Aldy (Kevin) yang dikenalnya di kampus, Alisa berupaya menguak identitas dan masa lalunya.

    Meski terlihat mewah dengan pengambilan gambar lebih dinamis, Kembang Kantil terasa ganjil karena penggambaran kondisi panti asuhan terlalu sepi. Beberapa karakter tidak memiliki latar yang terang. Anton misalnya, hanya digambarkan sebagai anak orang kaya yang tetap kaya karena menjalankan usaha. Apa usahanya tak digambarkan gamblang.

    Akibatnya sebagai karakter, ia tampak samar. Alisa sama saja. Kita tak melihat apa pun kecuali kecintaannya pada akting. Omong-omong soal sekte, kita juga tidak melihat aktivitas yang meyakinkan dari sekte yang dimaksud, apa yang hendak dicapai dan bahayanya sekte ini. Namun bukan berarti Kembang Kantil buruk seluruhnya. Cara Ubay mengendalikan alur patut dipuji.

    Beberapa adegan di film memberi efek kejut. Ubay dan La Ode memanfaatkan beberapa properti untuk meneror penonton dari lukisan di dinding hingga lagu “Cicak-Cicak Di Dinding.” Sebagai horor tulen, Kembang Kantil memang tak sekadar mengobral darah.

    Pemain : Nafa Urbach, Irish Bella, Fadika Royandi, Sarwendah, Richelle G. Skornicki
    Produser : Dheeraj Kalwani
    Sutradara : Ubay Fox
    Penulis : La Ode Muhammad Farhan
    Produksi : Dee Company, MD Pictures
    Durasi : 1 jam 20 menit

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.