Jumat, 20 Juli 2018

Usai dari Makam Ibunda, Lucinta Luna Dilarang ke Rumah Duka

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lucinta Luna di makam ibundanya (Tabloidbintang.com)

    Lucinta Luna di makam ibundanya (Tabloidbintang.com)

    TEMPO.CO, Jakarta -Lucinta Luna berurai air mata tatkala menatap makam ibunda tercinta, Djoneha, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Grogol Kemanggisan, Jakarta Barat, Jumat, 13 April 2018.

    Baca: Lucinta Luna Minta Jenazah Ibunda Tak Langsung Dimakamkan

    Tanpa ditemani keluarga atau saudara, Lucinta Luna bersama manajemen datang ke pemakaman ibundanya sekitar pukul 17.30 WIB,  setelah proses pemakaman selesai.

    Didi, manajer Lucinta Luna mengatakan usai ke makam personel Duo Bunga itu akan bertandang ke rumah duka untuk bertemu keluarga besar. "Habis ini kita mau ke rumah duka dulu," ucap Didi sebelum berdoa di makam,  TPU Kemanggisan.

    Usai tabur kembang di atas pusara ibunda tercinta, Lucinta Luna pun beranjak pergi. Belum sampai ke mobil, Lucinta Luna kembali bercucuran air mata bertemu dengan kakaknya.

    "Jangan nangis mulu. Ntar kuburan emak berat," kata wanita berkerudung biru yang disebut sebagai kakak kandung Lucinta Luna.

    Sang kakak juga melarang Lucinta Luna ke rumah duka untuk menemui keluarga besar. Menurut wanita yang enggan menyebutkan namanya itu, kondisi keluarga sedang tidak enak untuk menerima Lucinta Luna. "Jangan sekarang dulu deh, di sana lagi ga enak," kata wanita tersebut.

    Mendengar jawaban kakak Lucinta yang seperti itu, Lucinta bersama managernya langsung memilih untuk berangkat lagi ke Bandung. Karena memang Lucinta masih ada pekerjaan yang belum diselesaikan. "Ya udah langsung ke Bandung lagi aja," kata Didi, manajer Lucinta Luna.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggota Tim Sukses Sudirman Said Dituduh Membawa Uang Narkotik

    Ian Lubis, anggota tim sukses calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said, disergap polisi dengan tuduhan membawa uang narkotik senilai Rp 4,5 miliar.