Dolores O'Riordan Mengatasi Kondisi Mental dengan Bahagia

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vokalis The Cranberries Dolores O'Riordan Meninggal

    Vokalis The Cranberries Dolores O'Riordan Meninggal

    TEMPO.CO, Jakarta -Lahir dan dibesarkan di County Limerick, Dolores O'Riordan masih remaja saat dia menjawab sebuah iklan yang mencari penyanyi wanita untuk sebuah band rock bernama The Cranberry Saw Us.

    Dolores O'Riordan sudah mulai menulis lagu sendiri sejak berusia 12 tahun. Lantas ia pun mencoba bergabung dengan band tersebut sembari memamerkan kemampuan vokal serta kepiawaiannya menuliskan melodi dan lirik.

    Baca: Dolores O'Riordan, Lagu Zombie dan Seruan Antiperang

    Band terdiri dari Mike dan Noel Hogan, sertaFergal Lawler menyukainya lantas mengubah nama menjadi The Cranberries. Band yang selanjutnya makin dikenal dengan suara meraung O'Riordan yang khas.

    Salah satu demo lagu yang dijalani Dolores untuk audisi adalah Linger. Lagu tersebut menempatkan The Cranberries mendapat posisi hit nomor tiga di Irlandia pada tahun 1993. Dan terbukti menjadi jalur terobosan mereka. Kesuksesan band ini diikuti lagu-lagu seperti Salvation and Zombie, yang meraup Ivor Novello Award.

    Mereka meluncurkan album studio debut mereka - berjudul Everybody Else Is Doing It, So Why Can’t We? - pada tahun 1993 dan menduduki puncak tangga lagu.

    Kesuksesan mereka diikuti No Need To Argue dan To the Faithful Departed pada tahun 1994 dan 1996 yang makin memperkuat status band ini sebagai band rock internasional utama. Sampai saat ini The Cranberries menjual lebih dari 40 juta rekaman.

    Memasuki tahun 2003 menjadi titik tolak bagi band ini untuk melakukan perubahan. Band ini mengumumkan bahwa mereka mengambil cuti untuk mengejar peluang lain.

    Dolores O'Riordan memanfaatkan kesempatan untuk mengejar karir solo dan merilis album Are You Listening? (2007) dan No Baggage (2009). Rupanya, di saat usaha musiknya berkembang, penyanyi tersebut juga berjuang mengatasi depresi dan masalah kesehatan mental dalam kehidupan pribadinya.

    Dalam sebuah wawancara di tahun 2013 dia mengatakan bahwa dia sempat mengalami pelecehan saat kecil yang  kemudian menyebabkan gangguan makan dan gangguan. "Saya menderita anoreksia, depresi, gangguan," katanya. "Saya tahu mengapa saya membenci diri sendiri. Saya tahu mengapa saya membenci diri sendiri. Saya tahu mengapa saya ingin membuat diriku hilang,” lanjutnya.

    O'Riordan menikahi Don Burton, mantan manajer tur Duran Duran, pada tahun 1994. Dari pernikahan tersebut mereka memiliki tiga anak. Keluarganya, menurut Dolores merupakan "keselamatan" baginya.

    Sakit hati kembali dirasakanDolores saat ia kehilangan ayah tercinta di tahun 2011 dan pernikahannya berakhir pada tahun 2014.

    Dua tahun kemudian O'Riordan diperintahkan untuk membayar 6.000 euro untuk membayar atas perlakuannya menyerudukkan kepala, menendang, memukul dan meludahi petugas polisi setelah insiden mengamuk di bandara. Akibat ulah Dolores saat itu, pramugari, petugas polisi, dan Dolores sendiri dilarikan ke rumah sakit.

    Laporan medis yang dibuat untuk persidangan di Pengadilan Distrik Ennis mengungkapkan bahwa dia telah menderita mania, penyakit jiwa dan penghukuman berat pada saat kejadian tersebut, dan bahwa dia tidak mengingat apapun tentang hal itu.

    Tahun lalu Dolores pun sempat mengungkapkan bahwa dia telah didiagnosis menderita gangguan bipolar pada tahun 2015. "Ada dua ujung spektrum - Anda bisa menjadi sangat tertekan dan gelap dan kehilangan minat pada hal-hal yang Anda sukai, lalu Anda bisa menjadi super manic,” tuturnya.

    "Saya berada di sisi hypomanic dari spektrum dan mematikan untuk waktu yang lama tapi umumnya Anda hanya bisa bertahan pada akhir sekitar tiga bulan sebelum Anda mencapai titik terendah dan mengalami depresi. Bila Anda maniak Anda tidak tidur dan menjadi sangat paranoid. "

    Untuk bertahan dalam kondisi seperti itu, Dolores mengatasinya dengan obat-obatan.

    Dalam wawancara lain yang mengungkapkan Dolores O'Riordan mengatakan kepada Irish News bahwa depresi, apa pun penyebabnya, adalah salah satu hal terburuk yang harus dilalui, namun keluarganya telah memberikan kebahagiaannya. "Saya juga memiliki banyak kegembiraan dalam hidup saya, terutama dengan anak-anak saya," katanya. "Anda mendapatkan pasang surut. Tentu bukankah itu yang dimaksud dengan kehidupan? " ujar Dolores.

    INDEPENDENT.IE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.