Cerita Raisa Terpaksa Dandan di Bandara Gara-gara Pesawat Delay

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raisa. TABLOIDBINTANG.COM

    Raisa. TABLOIDBINTANG.COM

    TEMPO.CO, Jakarta - Dampak delay dan kacaunya jadwal penerbangan beberapa maskapai di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat, 1 Desember 2017, juga dirasakan penyanyi Raisa Andriana.

    Baca: Raisa Rekaman di Los Angeles, Unggah Foto Bareng Poo Bear

    Pelantun hit Serba Salah itu harus menunggu hingga delapan jam untuk penerbangan Jakarta-Semarang.

    Dalam akun Instagram-nya, Raisa mengatakan sempat mengalami tiga kali delay sepanjang hari kemarin. Padahal malamnya, dia punya jadwal manggung di Semarang.

    Raisa bercerita, dia berangkat dari bandara Hong Kong dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 12.00 WIB. Namun, hingga pukul 18.45, pesawat ke Semarang masih delay.

    Raisa terpaksa berdandan di Bandara Soekarno-Hatta. (Instagram)

    Raisa bahkan terpaksa harus berdandan di bandara untuk keperluan manggungnya. "Saya terpaksa ber-makeup di bandara, biar ketika sampai Semarang enggak perlu ke hotel lagi, tapi dari bandara langsung ke lokasi acara," ujarnya di video Insta Story-nya.

    Dalam videonya itu, Raisa juga sempat mengunggah video jadwal penerbangan yang ditunda, bahkan dibatalkan. Selain Garuda Indonesia, beberapa maskapai lain mengalami hal sama. Maskapai itu adalah Saudi Airlines, Malaysia Airlines, dan Bangkok Air untuk tujuan Jakarta-Semarang. Namun Raisa tidak menyebutkan maskapai apa yang ditumpanginya.

    Akhirnya, ketika pesawat yang ditumpanginya kembali delay hingga pukul 22.15 WIB, Raisa pun mengubah strategi dengan mengubah penerbangan.

    "On boarded. Had to change flights. So i hope i can make it. See you soon Semarang," tulis Raisa kemarin sekitar pukul 8 malam.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.