Reza Rahadian Sudah Biasa Diragukan Perankan Tokoh Penting

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seniman Reza Rahadian (kiri), Direktur Festival ICAD 2017 Diana Nazir, Presiden ketiga B.J. Habibie, Ketua Bekraf Triawan Munaf saat berfoto dalam acara Indonesia Contemporary Art & Desing (ICAD) ke-8 di Hotel Grand Kemang, Jakarta, 4 Oktober 2017. Seniman yang berpartisipasi di antaranya adalah Abie Abdillah, Adi Indra Hadiwidjaja, Alit Ambara, dan lain-lain. Tempo/Ilham Fikri

    Seniman Reza Rahadian (kiri), Direktur Festival ICAD 2017 Diana Nazir, Presiden ketiga B.J. Habibie, Ketua Bekraf Triawan Munaf saat berfoto dalam acara Indonesia Contemporary Art & Desing (ICAD) ke-8 di Hotel Grand Kemang, Jakarta, 4 Oktober 2017. Seniman yang berpartisipasi di antaranya adalah Abie Abdillah, Adi Indra Hadiwidjaja, Alit Ambara, dan lain-lain. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta -Aktor Reza Rahadian sudah beberapa kali memerankan tokoh-toko penting, di antaranya Presiden Indonesia ketiga, B.J. Habibie dan tokoh pergerakan Tjokroaminoto. Ia pun kerap dihadapkan kepada berbagai keraguan orang menyangkut kemampuannya membawakan karakter tokoh-tokoh tersebut.

    Kali ini, Reza Rahadian akan memerankan salah satu sosok legendaris tanah air. Tak lama lagi, Reza akan bertransformasi menjadi Benyamin Sueb dalam film Benyamin Biang Kerok garapan sutradara Hanung Bramantyo.

    "Kalau soal diragukan, saya sudah biasa diragukan. Dari zaman Habibie dan Ainun juga selalu diragukan. Tetapi, keputusan ada pada penonton," ujar Reza di Jakarta, Sabtu, 4 November 2017.

    "Saya sudah berusaha semaksimal mungkin, Mas Hanung sudah membantu saya dalam development karakter selama syuting di lokasi. Nanti kita lihat," sambung dia.

    Selama hampir sebulan dia merampungkan pembacaan naskah sembari mencari referensi film-film mendiang Benyamin. Saat itulah dia mencari kekhasan seorang Benyamin mulai dari cara tertawa hingga bahasa tubuhnya.

    "Lalu diskusi sama Mas Hanung soal karakternya, Mas Hanung juga punya gambaran sendiri selaku sutradara. Saya berusaha memenuhi ekspektasi itu," kata dia.

    Soal suara, Reza berusaha mendekati suara sang tokoh legenda, walau menurutnya pasti tak akan sama persis dengan aslinya.

    "Mencoba mendekati suara Bang Ben yang khas, ketawanya menurut saya luar biasa. Saya enggak berusaha menyamakan diri saya dengan babeh. Selain tokohnya legend, ini bukan film biopik, juga enggak tepat kalau saya ujug-ujug menyamanyamakan," tutur pria kelahiran Gadog, Bogor itu.

    Kemudian, seperti dalam film-film Benyamin, akan ada koreografi yang nanti dia bawakan. Tentunya ini menjadi film pertama Reza yang menampilkan unsur koreografi.

    "Latihan koreo sudah Mas Hanung tentukan dari awal. Persiapannya panjang. Saya jadi enggak kewalahan, bukan hal mendadak, sudah dilatih dulu," tutur Reza.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.