Film Posesif, Menyorot Bentuk Kekerasan yang Luput Disadari

Adipati Dolken dan Putri Marino membintangi film Posesif, Bandung, 24 Januari 2017. TEMPO/Anwar Siswadi

TEMPO.CO, Jakarta - Posesif merupakan film perdana yang diproduksi Palari Films. Lewat tokoh sepasang remaja sekolah menengah atas yang kasmaran, film tersebut menyoroti soal kekerasan yang kerap luput disadari banyak orang.

Gina S. Noer, penulis naskah film ini, menyampaikan pesan bahwa posesif adalah salah satu bentuk kekerasan yang banyak disepelekan. 

"Banyak juga yang menyepelekan. Mudah-mudahan, setelah nonton film ini, orang bisa sadar, baik yang baru pacaran maupun yang sudah mau nikah atau sudah nikah malah," ujar Gina seusai press screening di XXI Senayan City Mall, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Oktober 2017.

Berdasarkan riset selama enam bulan, Gina menemukan kekerasan dalam pacaran menduduki posisi pertama. Artinya, tindakan kekerasan sering terjadi dalam hubungan pacaran. Perempuan berusia 13-24 tahun rentan menjadi korban.

"Film ini ditujukan buat mereka, karena kekerasan itu bagian dari lingkaran, kan," ucap Gina.

Masalah lain dari kasus ini adalah masih banyak korban yang malu mengungkapkannya. Hal ini tampak pada salah satu adegan Posesif ketika tokoh Lala (Putri Marino) tak menceritakan perlakuan kasar kekasihnya, Yudhis (Adipati Dolken), kepada siapa pun. Meski begitu, bukan tanpa sebab Yudhis bertindak demikian. Film ini juga menggambarkan sosok ibu Yudhis yang posesif terhadap anaknya. Rasa kepemilikan yang berlebihan itu pun tak segan-segan menjadikan sang ibu berbuat kasar.

Gina menyatakan ada beberapa elemen kekerasan yang tampak pada perlakuan posesif. Misalnya menguntit, mengucilkan pasangan, bahkan cemburu. "Batas keras sama jahat itu sebenarnya tipis banget," tutur Gina.

Posesif mengangkat cerita remaja laki-laki yang posesif terhadap kekasihnya. Film ini bergenre romance suspense yang disutradarai Edwin. Produser Muhammad Zaidy menuturkan Posesif berbeda dengan film remaja lain yang sudah beredar di pasar.

Para pemeran dalam film ini adalah Adipati Dolken, Putri Marino, Gritte Agatha, Chicco Kurniawan, Cut Mini, dan Yayu Unru. Film ini mulai tayang di bioskop pada Kamis, 26 Oktober 2017.






Gaya Para Aktris Mengenakan Kebaya pada Malam Penganugerahan Piala Citra FFI 2022

7 hari lalu

Gaya Para Aktris Mengenakan Kebaya pada Malam Penganugerahan Piala Citra FFI 2022

Tahun ini FFI menentukan dresscode kebaya untuk undangan wanita, sesuai dengan temaPerempuan: Citra, Karya, & Karsa.


5 Alasan Film Perfect Strangers Menarik untuk Ditonton, Bertabur Bintang Ternama

41 hari lalu

5 Alasan Film Perfect Strangers Menarik untuk Ditonton, Bertabur Bintang Ternama

Dibuat ulang oleh 23 negara, Perfect Strangers Indonesia mengulik hubungan suami-istri yang lebih khas Indonesia.


Adipati Dolken Umumkan Kehamilan Canti Tachril di Hari Ulang Tahun

20 Agustus 2022

Adipati Dolken Umumkan Kehamilan Canti Tachril di Hari Ulang Tahun

Istri Adipati Dolken, Canti Tachril mengaku telah merahasiakan kehamilannya dari publik selama 21 minggu.


Deretan Pemain Serial Gadis Kretek Selain Dian Sastrowardoyo dan Putri Marino

14 Juli 2022

Deretan Pemain Serial Gadis Kretek Selain Dian Sastrowardoyo dan Putri Marino

Bertabur bintang ternama, Gadis Kretek merupakan serial dengan latar perkembangan industri kretek serta berbagai peristiwa sejarah di Indonesia.


Klik Film Tayangkan Jebolan Festival Film Cannes pada Mei 2022

10 Mei 2022

Klik Film Tayangkan Jebolan Festival Film Cannes pada Mei 2022

Klik Film juga menghadirkan dua film nasional terbaru secara ekslusif. Yang pertama, Kambodja dan berikutnya Kopi Pahit.


Film Kambodja Hadir di Klik Film, Berkisah Permainan Hati di Tahun 1955

5 Mei 2022

Film Kambodja Hadir di Klik Film, Berkisah Permainan Hati di Tahun 1955

Film Kambodja mengisahkan Jakarta pada 1955, saat Indonesia belum genap sepuluh tahun merdeka.


Kinan dan Lidya Danira Layangan Putus Bertemu di Paris, Bukan di Cappadocia

9 Maret 2022

Kinan dan Lidya Danira Layangan Putus Bertemu di Paris, Bukan di Cappadocia

Eca Prasetya atau Mommy ASF, penulis Layangan Putus, mengunggah foto pertemuannya dengan Anya Geraldine di Paris.


Dibenci Ibu-ibu, Reza Rahadian Menolak Dipanggil Mas Aris Lagi

21 Februari 2022

Dibenci Ibu-ibu, Reza Rahadian Menolak Dipanggil Mas Aris Lagi

Reza Rahadian tampaknya sudah jengkel lantaran karakter Mas Aris itu membuatnya dibenci ibu-ibu.


Sebab Biru Menjadi Warna yang Tak Lekang Waktu

17 Februari 2022

Sebab Biru Menjadi Warna yang Tak Lekang Waktu

Jika sedang bingung mau pakai busana warna apa yang menunjukkan nuansa cerah dan semangat, maka biru jawabannya.


Falcon Pictures Remake Film Italia, Perfect Strangers Dibintangi Vino Bastian

30 Januari 2022

Falcon Pictures Remake Film Italia, Perfect Strangers Dibintangi Vino Bastian

Bukan hanya dari sisi bisnis, film Perfect Strangers juga meraih penghargaan David di Donatello Awards untuk kategori Film Terbaik.