Dokter Jelaskan Kondisi T.O.P Big Bang, Ini Komentar Sang Ibu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TOP. wikipedia.org

    TOP. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim dokter dari Ewha Womans University Mokdong Hospital yang menangangi anggota boy band Big Bang, T.O.P  angkat bicara terkait rumor yang beredar bahwa penyanyi berusia 29 tahun tersebut dalam kondisi sekarat.

    Dalam konferensi pers yang digelar Rabu, 7 Juni 2017, pukul 4 sore waktu Korea Selatan tersebut hadir dokter dari departemen otolaringologi sekaligus humas Ewha Womans University Mokdong Hospita. Dia didampingi profesor Kim Han Soo, profesor Lee Deok Jee dari bagian ICU, profesor Kim Yong Jae dari departemen neurologi dan profesor Choi Hee Yeon dari departemen pelayanan kesehatan.

    Baca: Overdosis, T.O.P Big Bang Dilarikan ke Rumah Sakit

    Profesor Kim Han Soo selaku humas Ewha Womans University Mokdong Hospital menjelaskan bagaimana anggota boy group Big Bang tersebut sampai di rumah sakit, “Ia (T.O.P) datang 6 Juni 2017, sekitar pukul 12:34 siang. Ia dibawa oleh 3 orang rekannya, 1 orang rekannya mengangkat bagian atas tubuhnya, sementara 2 orang lainnya memegang bagian bawah tubuhnya.”

    Kim Han Soo menjelaskan, para praktisi medis di unit gawat darurat memeriksa dan menemukan hasil bahwa kondisi pasien antara tertidur pulas dan tidak sadarkan diri. Jika ada rangsangan yang cukup kuat, pupil matanya masih bergerak normal. Tekanan darahnya mengalami peningkatan, begitu pula dengan detak jantungnya. Itu sebabnya, kata dia, T.O.P mengalami kesulitan bernapas.

    Kim Han Soo juga mengatakan oksigen di dalam tubuh T.O.P sangat rendah. Sebaliknya karbon dioksida yang ditemukan sangat tinggi. "Kami berusaha memberikan penanganan medis yang terbaik di masa-masa kritis seperti ini. T.O.P masih berada di ruang ICU hingga pukul 4:50 sore," kata Kim Han Soo.

    Setelah melakukan tes urin, dokter menyimpulkan bahwa pernapasan pasien terganggu akibat overdosis obat penenang. Menurut Kim Han Soo, kondisi T.O.P saat ini menunjukkan bahwa sistem pernapasannya mengalami kelainan. "Oleh karena itu, kami memutuskan untuk merawatnya di ruang ICU, semisal ia membutuhkan inkubasi mendadak. Kami dapat mengontrol kadar karbon dioksida dalam tubuhnya, namun kondisinya masih lemah,” kata Kim Han Soo memberi penjelasan.

    Kim Han Soo menambahkan, dengan kondisi tersebut, pihaknya akan bekerja sama dengan departemen neurologi. "Saat kondisi pasien sudah membaik, kami akan melanjutkan prosesnya dengan departemen kesehatan mental.”

    Menyambung pernyataan Kim Han Soo, profesor Kim Yong Jae menjelaskan, selama proses pemeriksaan berlangsung, T.O.P dapat membuka matanya jika dirangsang. Namun dia tidak dapat berkonsentrasi. "Dari beberapa kasus yang sama, terganggunya sistem pernapasan dapat menyebabkan kerusakan otak, namun kami belum dapat menyimpulkannya sekarang," katanya.

    Profesor Lee Deok Hee dari bagian ICU menjelaskan rencana penanganan T.O.P selama berada di ICU, “Baru-baru ini, kami belum dapat mengetahui jumlah pasti obat yang diminum oleh pasien. Waktu penyembuhan bergantung pada usia pasien, cukup sulit bagi kami memberikan waktu pasti kapan pasien akan pulih. Dari kasus yang pernah terjadi sebelumnya, pasien dengan usia lebih muda dapat pulih selama satu minggu. Yang terpenting adalah kesehatan mental pasien.”

    Di sisi lain, dikutip dari unggahan seorang pengguna Instagram @scarletvierginie, keluarga T.O.P yang diwakili oleh ibundanya merasa kecewa dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh para dokter.

    “Anakku masih belum sadar dan saat membaca pernyataan dokter  mengatakan bahwa dirinya “tertidur pulas” sangat menyakitkan. Tolong ralat  kembali dan tahan diri kalian untuk tidak mengatakan kebohongan. Kami sekeluarga tidak tahu hasilnya. Anakku dalam kondisi kritis. Aku melihat anakku sekarat sekalugus membaca pernyataan bahwa ia hanya tertidur. Apakah itu tidak berlebihan? Mengingat dirinya kekurangan oksigen, kemungkinan ia akan menderita kerusakan otak,” tulis akun Instagram itu, mengutip pernyataan ibunda T.O.P.

    Agensi yang menaungi T.O.P, YG Entertaiment juga memberikan pernyataan. “Saat ibunda T.O.P melihat pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak kepolisian, beliau sangat penasaran. T.O.P masih tidak sadarkan diri dan menggunakan masker oksigen. Hanya keluarga dan orang-orang terdekat yang saat ini boleh menjenguknya, ” jelas salah seorang staf dari YG Entertainment.

    T.O.P dilarikan ke rumah sakit Ewha Womans University Mokdong Hospital setelah ditemukan tidak sadarkan diri. YG Entertainment selaku agensi yang menaunginya serta pihak kepolisian setempat sama-sama mengeluarkan pernyataan resmi terkait dengan berita tersebut. Konferensi pers yang dilakukan oleh pihak rumah sakit bertujuan untuk meluruskan berita simpang siur terkait dengan pernyataan dari kepolisian, keluarga T.O.P dan juga agensinya.



    SOOMPI | ESKANISA RAMADIANI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.