Eminem Tuntut Partai Berkuasa Selandia Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto penyanyi rap Eminem saat masih kecil dan sekarang. Rapper dengan nama asli Marshall Mathers III ini mulai bernyanyi rap sejak berusia 14 tahun. Zimbio/REUTERS

    Foto penyanyi rap Eminem saat masih kecil dan sekarang. Rapper dengan nama asli Marshall Mathers III ini mulai bernyanyi rap sejak berusia 14 tahun. Zimbio/REUTERS

    TEMPO.CO, Wellington - Penyanyi rap Eminem menuding partai politik yang berkuasa di Selandia Baru menggunakan lagu "Lose Yourself" versi tak berlisensi dalam iklan kampanye. Tudingan itu disampaikan Senin, 1 Mei 2017.

    Pengacara penyanyi asal Amerika Serikat tersebut mengatakan kepada Pengadilan Tinggi di Wellington bahwa Eminem tidak pernah mengizinkan National Party menggunakan lagu yang tampil dalam film "8 Mile" pada 2002 itu.

    Pengacara Garry Williams mengatakan National Party telah melanggar hak cipta Eight Mile Style, penerbit Eminem, dengan menggunakan lagu tersebut dalam iklan televisi pada pemilu 2014.

    Williams mengatakan lagu penyanyi rap Detroit itu "ikonik" setelah memenangi Academy Award, dua Grammy dan pujian kritis.

    Dia mengatakan bahwa itu artinya hak cipta karya itu "sangat berharga" dan dikontrol ketat oleh penerbit, yang jarang memberikan lisensi untuk tujuan iklan.

    Tidak ada rincian informasi mengenai ganti rugi yang diinginkan Eminem.

    Pengacara National Party berkilah "Eminem-esque" yang mereka gunakan adalah lagu generik yang merupakan bagian dari satu perpustakaan dari pemasok produksi musik Beatbox. Mereka akan menyatakan bahwa pelanggaran hak cipta itu merupakan ketidaksengajaan.

    Direktur kampanye partai konservatif itu, Steven Joyce, membantah klaim Eminem ketika sengketa itu muncul tahun 2014, demikian menurut warta kantor berita AFP.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.