Nikita Mirzani Ungkap Akar Kemelut Aming-Evelyn

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Aming dan Evelyn. Aming mengajukan gugatan cerai karena ada masalah yang tak bisa didamaikan. tabloidbintang.com

    Pasangan Aming dan Evelyn. Aming mengajukan gugatan cerai karena ada masalah yang tak bisa didamaikan. tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Selebritas Nikta Mirzani ungkap akar permasalahan rumah tangga Aming Sugandhi dan Evelyn yang terancam kandas. Menurut Nikita Mirzani, penyebab kemelut rumah tangga Aming-Evelyn bukan kekerasan rumah tangga. Nikita Mirzani menduga, proses perubahan Evelyn menjadi feminin memengaruhi hubungan mereka. 

    Baca juga: Alasan Nikita Mirzani Maafkan Julia Perez

    "Kalau KDRT yang sampai parah banget sih nggak. Tapi yang namanya berantem rumah tangga ya pasti. Apalagi Evelyn ini sekarang udah jadi perempuan yang cantik. Dia sudah berhenti minum hormon," ujar Nikita Mirzani Studio Trans TV, Jalan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu, 8 Maret 2017.

    "Jadi hormone di tubuh Evelyn lagi bergejolak. Kadang emosi Emelyn up and down. Mungkin kak Amingnya susah untuk menghandle," kata Nikita Mirzani meenceritakan.

    Memang sejak berhenti meminum obat hormon, sifat dan fisik Evelyn berubah drastic, karena proses perubahan itu membuat Evelyn emosional dan tidak stabil. "Tubuh Evelyn kekar, sekarang mengecil, dan yang Niki maksud obat itu adalah obat hormone. Yang dulu-dulu kan dia tomboy, sekarang berhenti dan badannya jadi kecil dan cantik banget. Jadi dia nggak karu-karuan nih sirkulasi dalam dirinya. Jadinya ya gitu, suka becanda-becanda akhirnya berantem," kata Nikita Mirzani. 

    Karena belum terbiasa dengan sifat kewanitaan yang mendominasi tubuhnya, emosi Evelyn berkecamuk. Dan Aming menanggapinya dengan sensitif. "Jadi dua-duanya ini sensitif. Ya gara-gara masalah sepele, berantem. Keseringan. Mungkin kak Aming udah nggak bisa handel nih. Toh kan harusnya Aming dari awal sudah tahu," kata Nikita Mirzani. *

    Tabloidbintang.com


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.