Ikke Nurjanah Jadi Dosen di Pittsburgh University  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Dangdut Ikke Nurjanah tampil dalam pagelaran musik 100 Tahun Ismail Marzuki di Gedung Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta (24/5). Ikke Nurjanah membawakan lagu Di Ambang Sore dan Kampung Halaman. TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi Dangdut Ikke Nurjanah tampil dalam pagelaran musik 100 Tahun Ismail Marzuki di Gedung Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta (24/5). Ikke Nurjanah membawakan lagu Di Ambang Sore dan Kampung Halaman. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi dangdut Ikke Nurjanah tengah bersiap bertolak ke Amerika Serikat pada September 2016. Dua pekan di sana, ia akan menjadi dosen tamu di Pittsburgh University.  "Saya akan mempresentasikan dangdut, yang menjadi salah satu mata pelajaran di sana," kata Ikke dalam konferensi pers, Kamis, 18 Agustus 2016.

    Menurut Ikke, keberangkatannya ke Amerika didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif dan Sireedee Entertainment. Selain menjadi pembicara, dia akan tur di beberapa kota untuk ngamen bareng musikus lokal di pusat keramaian di Amerika. "Agar dangdut lebih dikenal," ujar Ikke. "Akan ada acara bedah buku saya (Diary Dangdut) dan menyumbang buku (tentang dangdut) di sana," ucap Ikke.

    Sebelumnya, pada 2010, Ikke melakukan kegiatan serupa di Amerika. "Ini adalah buah dari kesuksesan sosialisasi dangdut di Amerika," ujar Ikke. "Kali ini kami mendapat dukungan dari pemerintah melalui Bekraf."

    Promosi musik dangdut untuk dunia ini menjadi salah satu program Bekraf.  Wakil Kepala Bekraf Ricky Josep Pesik mengatakan program membawa dangdut ke Amerika adalah program perdana bersama Ikke Nurjanah. "Ini adalah testing pasar (luar negeri)," katanya. 


    CHITRA PARAMAESTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.