Jadi Wakil Wali Kota, Dandanan & Prilaku Pasha Ungu Dikecam!  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu (kanan) melepas topinya usai dilantik sebagai Wakil Walikota Palu, Sulawesi Tengah, 17 Februari 2016. Meskipun telah menjadi pejabat publik namun Pasha mengaku tidak akan melepas posisinya sebagai vokalis di Band Ungu. ANTARA FOTO/Basri Marzuki

    Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu (kanan) melepas topinya usai dilantik sebagai Wakil Walikota Palu, Sulawesi Tengah, 17 Februari 2016. Meskipun telah menjadi pejabat publik namun Pasha mengaku tidak akan melepas posisinya sebagai vokalis di Band Ungu. ANTARA FOTO/Basri Marzuki

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasha Ungu sudah resmi menjadi pejabat teras Kota Palu, Sulawesi Tengah. Vokalis grup band Ungu yang bernama lengkap Sigit Purnomo itu menjabat Wakil Wali Kota Palu. Meskipun sudah menjadi pejabat, Pasha sepertinya belum bisa menghilangkan atribut keartisannya, seperti berkostum nyeleneh ala anak band.

    Kebiasaan itu ternyata menuai kritik dari masyarakat. Kritikan pertama muncul saat beredar foto Pasha di Instagram yang tengah duduk berdampingan dengan Wali Kota Palu Hidayat. Dalam foto itu, kedua pejabat itu duduk berdampingan mengenakan seragam dinas lengkap, sambil merokok.

    Foto itu mendapat kritikan pedas dari netizen. Netizen menilai, kedua pejabat itu seolah-olah sedang menganjurkan masyarakat untuk merokok.

    Baca: Jadi Pejabat Masih Merokok, Pasha Ungu Dihujat Netizen

    Yang terbaru, Pasha berpose dengan pakaian yang tidak lazim. Ia mengenakan jas dengan pin praja wibawa (Satpol PP), wing marinir, lencana pelopor polantas, dan tongkat komando. Dipadu dasi merah, jeans belel, dan ikat pinggang kulit.

    Dandanan Pasha itu tentu saja mendapat kritikan dari netizen. Namun personel grup musik Ungu tetap membela Pasha. "Kenapa harus dihebohkan? Kalau dia memimpin upacara pakai baju itu, nah baru," ujar Enda, saat dijumpai di halaman Gedung Trans, Jalan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa, 19 April lalu.

    Menurut Enda, masyarakat tidak boleh langsung menghakimi dan memandang Pasha sebelah mata. "Kalau men-judge dia terus, tidak adil. Dia belum lima tahun, setahun pun belum. Butuh penyesuaian dan pelan-pelan. Pasti berubah," ujar Enda.

    Enda menambahkan, dirinya sangat mengenal sosok Pasha. Soal baju yang dikenakan temannya itu, Enda yakin itu tidak bermaksud negatif.

    TABLOIDBINTANG.COM

    Baca juga:

    Bunuh Diri Mahasiswa UI: 3 Alasan Rahasia Ini Perlu Diungkap
    Mahasiswa UI Bunuh Diri: Bukan Soal Nilai, Ini yang Terjadi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.