Sys NS, Pepeng 'Jari-jari', dan Mimpi Pelawak Inovatif  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pepeng semasa hidupnya saat menghadiri sebuah acara di ballroom hotel kepinski, Grand Indonesia, Jakarta. Jenazah di semayamkan di rumah duka di Komplek Bumi Pusaka Cinere, Depok. Dok. Dasril Roszandi

    Pepeng semasa hidupnya saat menghadiri sebuah acara di ballroom hotel kepinski, Grand Indonesia, Jakarta. Jenazah di semayamkan di rumah duka di Komplek Bumi Pusaka Cinere, Depok. Dok. Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Komedian Ferrasta Soebardi alias Pepeng, 60 tahun, meninggal dunia pada pukul 10.00 hari ini, Rabu, 6 Mei 2015. Dia meninggal setelah bertahun-tahun menderita penyakit langka Multiple Sclerosis.

    Kepergian Pepeng, pelawak yang terkenal dengan tagline “Jari-jari”, membawa duka bagi politikus Sys NS. Apalagi Sys mengenal Pepeng sejak puluhan tahun lalu sampai Pepeng menderita sakit. "Kami masih terus berjumpa. Saya suka menengok dia," katanya kepada Tempo, Rabu, 6 Mei 2015.

    Bagi Sys, Pepeng tukang bercanda yang heboh. Meski menderita sakit yang membuat lumpuh, Pepeng tetap kuat dan selalu ingin berkarya. "Dia selalu ingin menjadi pelawak inovatif," ujarnya. Pepeng selalu ingin melucu yang tak sekedar melucu, tapi ada maknanya.

    Sys dan Pepeng saling mengenal ketika siaran bersama di Sersan Prambors pada 1986. "Saya mengajak Pepeng dan teman-teman untuk siaran sandiwara radio," tutur Sys. Selain Pepeng dan Sys, ada Krisna dan Nana Krip. Namun, berdasarkan kesepakatan, grup ini hanya bertahan dua tahun.

    Kabar kematian Pepeng diterima Sys dari anak dan istri Pepeng. Dia mengaku kaget dengan kepergian sahabatnya itu. "Saya dapat kabar dari anak, istri Pepeng, dan teman-teman juga," ucapnya. Kini, Sys sedang mengikuti proses pemakaman Pepeng.

    NINIS CHAIRUNNISA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.