Pepeng dan Perjuangannya Jadi Doktor dari Atas Kursi Roda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pepeng. TEMPO/Dasril Roszandi

    Pepeng. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO , Jakarta:- Penyakit langka multiple sclerosis tak membuat Ferrasta Soebardi alias Pepeng patah semangat. Meski fisiknya terpaku di atas kursi roda dan tempat tidur, energi Pepeng bukannya surut, tapi malah melimpah. Pikirannya berkelana bebas dan terus berkarya. Oktober 2010, meski hidup dalam kotak kursi roda dan tempat tidur, Pepeng masih sempat menulis buku, dan ingin merampungkan kuliah ke jenjang S-3.

    Salah satu buku itu mengenai pergulatannya melawan sakit yang dimulai dari lumpuh di bagian perut ke bawah. "Isinya pengalaman saya serta cerita teman dan kerabat," kata Pepeng kepada Tempo, tahun 2010 menuturkan kisah bukunya. Pepeng ingin berbagi kepada semua orang bahwa sakit bukan akhir dari segalanya. "Buktinya saya tetap bisa berkarya, tetap bisa ngantor."

    "Kantor" yang dimaksud Pepeng adalah kamar dan laptop. Sejak sakit, dia memang tak bisa dipisahkan dari komputer pangku. Saat mulai membaik dari sakit, benda itu pula yang pertama dia cari. "Siuman dari pingsan, saya langsung tanya laptop. Soalnya sudah ada ide," ujarnya terbahak. Lewat laptop pula dia akan menempuh program doktor. "Kuliah S-3 kan kebanyakan riset. Jadi bisa dikerjakan sambil tiduran."

    Pepeng, 60 tahun, komedian yang populer dengan tagline Jari-jari itu meninggal dunia pada pukul 10.00 WIB Rabu 6 Mei 2015. Pepeng dimakamkan di TPU Jelupang kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, Tangerang Selatan.

    AW


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Obat Sakit Perut Alami

    Berikut bahan alami yang kamu perlukan untuk membuat obat sakit perut alami di rumah.