Anggun: Saya Tak Pernah Katakan Indonesia Negara Kuno  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Anggun Cipta Sasmi berikan keterangan pers disela peluncuran parfum Grace by Anggun di St Louis Lounge, Plaza Indonesia, Jakarta, 26 Juni 2014. Anggun Grace Parfum memiliki keharuman perpaduan aroma khas Timur dan Barat. TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi Anggun Cipta Sasmi berikan keterangan pers disela peluncuran parfum Grace by Anggun di St Louis Lounge, Plaza Indonesia, Jakarta, 26 Juni 2014. Anggun Grace Parfum memiliki keharuman perpaduan aroma khas Timur dan Barat. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COJakarta - Penyanyi Anggun C. Sasmi menuai banyak kritik setelah menulis surat terbuka untuk Presiden Jokowi. Dalam suratnya, Anggun mengkritik pemerintahan Jokowi yang menggunakan hukuman mati untuk mengurangi pengguna narkoba. Saat itu Anggun mendukung Serge Atloui, warga negara Prancis yang dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Indonesia, dibebaskan. 

    Karuan saja, surat terbuka yang ditulis pelantun lagu Mimpi dan Snow on the Sahara tersebut menimbulkan pro-kontra. Ada yang mendukung Anggun, banyak pula yang mengkritiknya. Bahkan sikap Anggun mengkritik hukuman mati di Indonesia disalahartikan beberapa orang.

    "Saya tidak pernah mengatakan Indonesia negara kuno. Yang saya katakan dalam setiap orasi, Indonesia negara besar, toleran, dan modern. Tetapi, untuk hukuman ini (hukuman mati), sifatnya obsolete, kuno," tulis Anggun pada 28 April 2015.

    Lewat akun Twitter-nya, Anggun juga menegaskan bahwa penolakannya terhadap hukuman mati bukan berarti mendukung penyebaran narkoba. "Sekali lagi, saya antinarkoba, saya anti-hukuman mati karena tidak manusiawi. Ini opini yang saya ajukan secara tulus," tuturnya. 

    "Jika Anda tidak setuju, berdebatlah secara santun. Saya tidak menggubris hujatan atau kebrutalan verbal," ujar Anggun. 

    RINA ATMASARI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.