Begini Persembahan Ananda Sukarlan untuk Penyandang Difabel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ananda Sukarlan(TEMPO/Nickmatulhuda)

    Ananda Sukarlan(TEMPO/Nickmatulhuda)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pianis dan komposer musik kondang, Ananda Sukarlan, mempunyai cara sendiri untuk menghormati dan menghargai para difabel. Dia membawakan sebuah lagu dari Maluku, yang diambil dari album Rhapsodia Nusantara 8 dengan satu tangan.

    Ananda membawakan lagu tersebut dengan komposisi yang cukup indah dengan kelincahan jari-jari tangan kirinya. Ananda memang membawakan lagu itu hanya menggunakan jari-jari tangan kiri. Jarinya bergerak lincah di tuts piano memainkan nada-nada yang merdu. Sedangkan tangan kanannya diletakkan di lutut. Kakinya pun tidak menginjak pedal di piano.

    “Saya memainkan ini untuk para disable di bawah yayasan Ratu Sofia dari Spanyol,” ujar Ananda dalam pembukaan ASEAN Literary Festival 2015, di panggung Teater Kecil, Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Kamis malam, 19 Maret 2015. Yayasan yang dimaksud Ananda adalah yayasan yang menaungi anak-anak penyandang difabel yang kehilangan anggota tubuh.

    Ananda juga mempersembahkan beberapa lagu dari album Rhapsodia 1, Rhapsodia 15 yang berisi lagu-lagu Nusantara. Tak hanya itu, ia juga tampil bersama penyanyi tenor Nikodemus Lukas yang menyanyikan komposisi lagu dari puisi-puisi Sitor Situmorang yang berjudul Surat Kertas Hijau, Malam Kebumen, dan La Ronde.

    Penampilan Ananda ini seperti memperkuat tema ASEAN Literary Festival 2015 yang berlangsung mulai 15-22 Maret 2015: Merayakan Keberagaman Bahasa. Panitia juga mengundang Marco Vourihemo yang lebih dikenal sebagai Signmark. Marco adalah seorang pemuda tunarungu yang berhasil membuat album musik hip hop hingga menembus dapur rekaman di bawah label besar Warner Bros.

    Festival ini dihadiri oleh para penulis, sastrawan, kritikus, dan akademikus dari 20 negara di dalam dan luar ASEAN. Acara ini juga untuk mengenang sastrawan Sitor Situmorang yang meninggal Desember lalu.

    Acara juga diramaikan oleh penampilan koreografer Nabila Rasul, pembacaan puisi Sitor oleh Khrisna Pabicara dan Binar Mentari, serta kuliah umum dari Dr M. Thida, penulis serta aktivis dari Myanmar.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.