Slamet Rahardjo Djarot Dapat Penghargaan FFI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor Slamet Rahardjo, menaiki panggung untuk menerima penghargaan Lifetime Achivement FFI 2014 dalam penganugerahan Piala Citra di Palembang, Sumsel, 6 Desember 2014. Selain itu ada juga Yayu Unru, peraih Pemeran Pendukung Pria Terbaik dalam film

    Aktor Slamet Rahardjo, menaiki panggung untuk menerima penghargaan Lifetime Achivement FFI 2014 dalam penganugerahan Piala Citra di Palembang, Sumsel, 6 Desember 2014. Selain itu ada juga Yayu Unru, peraih Pemeran Pendukung Pria Terbaik dalam film "Tabula Rasa". TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Pelembang - Aktor Slamet Rahardjo Djarot dianugerahi Lifetime Achievement Award dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2014. Alex Komang, aktor sekaligus Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI), serta aktris Marini Soerjosoemarno yang membacakan pengumuman pemenang, menyebutkan bahwa penghargaan ini diberikan pada Slamet karena telah konsisten berkarier dalam seni peran selama lebih dari empat dekade.

    "Dulu, ia adalah anak bawang di Teater Popular pada 1968," ujar Alex, dalam malam puncak FFI, yang diselenggarakan di Palembang Sport and Convention Center, 6 Desember 2014. (Baca: Jeritan di Karpet Merah FFI)

    Di atas panggung, Slamet Rahardjo Djarot menceritakan, bahwa selama ia berkarier, anaknya bahkan selalu menanyakan mengapa ayahnya selalu pergi pagi pulang pun pagi. "Saya hanya menjelaskan padanya, bahwa bapaknya ini bekerja untuk memberi nilai pada bangsa dan negara," ujarnya.

    Selain memberikan kata sambutan, Slamet juga curhat pada Presiden Joko Widodo, yang menghadiri malam penghargaan FFI. (Baca: Gairahkan Industri Film,Ini Tip Menteri Pariwisata)

    "Film Indonesia nggak punya banyak bioskop, Pak. Mohon bioskopnya diperbanyak lagi," ujarnya, disambut senyuman dari Jokowi. Turun dari panggung, ia kemudian bersalaman dengan Joko Widodo.

    Berawal dari seni teater, pria kelahiran Serang pada 21 Januari 1949 ini kemudian membintangi film Wajah Seorang Lelaki karya sutradara kenamaan Teguh Karya. Ia meraih penghargaan sebagai aktor terbaik pada FFI 1974 lewat Ranjang Pengantin dan FFI 1983 lewat Dibalik Kelambu. Hingga kini, ia membintangi 36 judul film, yang terakhir adalah Gending Sriwijaya yang rilis tahun lalu. (Baca: FFI 2014, Ratusan Artis Bersih-bersih Sungai Musi)

    Tak hanya berakting di depan kamera, ia juga duduk di bangku sutradara. Bahkan, ia meraih Piala Citra pada kategori sutradara terbaik pada FFI tahun 1985 lewat Kembang Kertas, FFI tahun 1987 untuk Kodrat, dan FFI 1989 untuk Langitku Rumahku.

    RATNANING ASIH

    Baca berita lainnya:
    Ditangkap Australia, Nelayan RI Malah Dapat Duit
    78 Kapal Asing Pencuri Ikan Dihajar TNI AL

    Kado Akhir Tahun yang Manis buat Koalisi Jokowi

    Hatta Emoh Khianati SBY soal Perpu Pilkada

    Jokowi, Presiden Pertama yang Perintahkan Tenggelamkan Kapal


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.