Komunitas Ngamen Intelek Tema Bung Hatta Teladanku  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komunitas Musik Reaktif Balikpapan (Balikpapan Kreatifmen) menggelar acara perdana berlokasi di Lapangan Merdeka sebagai 'alun-alun' kota Balikpapan. Dok.  Balikpapan Kreatifmen

    Komunitas Musik Reaktif Balikpapan (Balikpapan Kreatifmen) menggelar acara perdana berlokasi di Lapangan Merdeka sebagai 'alun-alun' kota Balikpapan. Dok. Balikpapan Kreatifmen

    TEMPO.CO, Jakarta - Komunitas Musik Reaktif Balikpapan yang berada dibawah naungan Balikpapan Kreatif menggelar event perdananya berlokasi di Lapangan Merdeka sebagai alun-alunnya Kota Balikpapan.

    Acara ini dinamakan Ngamen Intelek. Dengan mengangkat tema "Bung Hatta Teladanku", acara perdana tersebut sukses merebut perhatian masyarakat Kota Balikpapan yang sedang mengisi liburan akhir pekannya di ruang publik di Lapangan Merdeka.

    Kepada media, Ngamen Intelek, yang digawangi Asditya dan Fathiyatu, menyatakan, rencananya, acara ini rutin diadakan tiap minggu. Menurut mereka, itu sebagai bentuk kampanye untuk saling mengingatkan kepada masyarakat, khususnya Kota Balikpapan, agar mau terus tumbuh dan berbuat untuk memajukan kota dan negerinya lewat karya nyata, serta mengajak untuk lebih menghargai hasil karya anak bangsa. "Jadi, ngamen kami bermuatan edutainment. Makanya, kami memberi nama acara ini Ngamen Intelek," ujar Asditya saat dihubungi pada 29 September 2014.

    Ditanya alasan mengapa tema pertama yang diusung adalah "Bung Hatta Teladanku", Asditia menuturkan Bung Hatta pernah mengatakan, "Hanya ada satu negara yang pantas jadi negaraku. Ia tumbuh dengan perbuatan, dan perbuatan itu adalah perbuatanku." (Baca: Festival Salihara Hadirkan Ensemble Musik ... - Tempo.co)

    Menurut Asditya, kata-kata Bung Hatta ini menyadarkan dan menggerakan komunitas Musik Reaktif bahwa, sebagai rakyat, hal terpenting untuk memajukan bangsa adalah dengan terlibat langsung untuk berbuat, turun tangan untuk memberikan karya nyata, bukan dengan sibuk salah-menyalahkan, dan hanya mengomentari.

    Ia mengatakan pernyataan Bung Hatta tersebut bagi mereka adalah sebuah tantangan dari beliau yang ditujukan kepada rakyat Indonesia bahwa, jika mengaku megara kita adalah Indonesia, berbuatlah, berkaryalah untuk Indonesia,

    "Kami ingin menjadi bagian dari itu, kami ingin menjawab tantangan tersebut, kami ingin lahir besar dan berbuat untuk kota kami, untuk negara kami, Indonesia, agar kami benar-benar dapat menyatakan dengan berani bahwa negara kami, Indonesia," ujarnya.

    Asditya ingin semangatnya untuk menjadi orang Indonesia seutuhnya, semangat untuk meneladani Bung Hatta, bisa tertular dan menginspirasi teman-teman komunitas lainnya, anak muda Balikpapan, dan rekan-rekan kreatif lainnya.

    EVIETA FADJAR

    Berita Terpopuler
    Di Atas Panggung, Dada Beyonce Terbuka 
    Penampilan Amal Alamuddin Jadi Nyonya Clooney 
    Pinkan Mambo Ngamen di Hollywood Minta Sumbangan
    Laudya Cynthia Bella Tak Hadir di Pernikahan Raffi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.