Empat Rona 2NE1  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konser girlband asal Korea 2NE, yang beranggotakan Lee Chae-rin (CL), Sandara Park (Dara), Gong Minji (Minzy) dan Park Bom, di Mata Elang Internasional Stadium, Ancol, Jakarta, 8 Juni 2014. TEMPO/Nurdiansah

    Konser girlband asal Korea 2NE, yang beranggotakan Lee Chae-rin (CL), Sandara Park (Dara), Gong Minji (Minzy) dan Park Bom, di Mata Elang Internasional Stadium, Ancol, Jakarta, 8 Juni 2014. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COJakarta -"Indonesia, are u ready?" teriak Lee Chae-rin atau CL, pemimpin girlband 2NE1 di Mata Elang International Stadium, Ahad, 8 Juni 2014. Empat gadis asal Korea Selatan ini pun langsung mengajak penonton meloncat dengan lagu pembuka, Crash.

    Tak ingin kalah girang dengan idolanya, penggemar 2NE1, atau dikenal sebagai Blackjack, langsung menyambut ajakan CL dengan mengangkat satu tangan sambil berdiri dan tentunya berjingkrak mengikuti irama cepat lagu yang terdapat di album mini pertama itu. (Baca : 2NE1 Bilang Jakarta Panas)

    Arena yang berkapasitas 20 ribu itu tak ayal langsung menghangat. Tak terasa lagi penyejuk udara yang sebelumnya menusuk tulang. Kehangatan itu masih menjalar ketika CL, Sandara Park (Dara), Park Bom, dan Gong Minji (Minzi) memberikan lagu-lagu rancak di paruh pertama penampilan yang didominasi warna merah jambu itu. Setelah Crash, ada Fire, yang dilanjutkan dengan Clap Your Hands, Pretty Boys, dan Don't Stop the Music. Lima lagu itu langsung membuat Blackjack berteriak dari seluruh penjuru arena.

    Lelah berteriak, pada paruh kedua, empat gadis ini muncul dari atas panggung bak peri. Berpakaian dominan putih, kali ini mereka menenangkan penonton dengan lagu-lagu balada yang diawali dengan Missing You. Namun bukannya tenang,  pada babak kali ini, penonton justru menyanyi bersama karena lagu-lagu berirama pelan ini lebih bisa diikuti. Sehabis empat lagu, barulah muncul penjelasan konsep tur dunia bertajukr All or Nothing ini lewat sebuah video. 

    Girlband besutan YG Entertainment ini sengaja membagi penampilan dalam empat babak yang dilambangkan dengan warna dalam tur dunia mereka. Dimulai dengan merah jambu untuk menunjukkan sisi perempuan yang feminin tapi bisa kuat dan semaskulin pria. Lalu warna putih untuk kemurnian dan ketenangan. Dilanjutkan dengan merah untuk cinta dan keseksian, dan ditutup dengan hitam untuk perjuangan.

    Sesi paling mengundang perhatian tentunya merah. Karena pada paruh ketiga ini CL, Dara, Bom dan Minzy terang-terangan menunjukkan sisi sensualitas mereka dengan pakaian ketat merah menyala. Terutama Bom yang memang memiliki badan paling proporsional dan gaya yang paling sensual. Saat mendendangkan I Love You, panggung arena semakin panas dengan pertunjukan goyang pelvis keempat personel 2NE1. Sontak, Blackjack menyambut dengan teriakan histeris.

    Tampaknya tak hanya 2NE1 yang total menampilkan suara dan gerakan di panggung. Blackjack yang sudah menunggu kedatangan idola mereka sejak 2012 itu pun jarang duduk manis di kursi penonton. Tapi mereka juga tidak menikmati konser sepenuhnya lantaran banyak pula yang rajin merekam setiap lagu dengan perangkat telekomunikasi. (Janji 2NE1 untuk Blackjack Indonesia)

    Akhirnya, pesta Blackjack pun usai. Setelah penampilan ditutup dengan tiga lagu encore, wajah-wajah puas terlihat dari pintu keluar arena. Memang, untuk memuaskan penggemar, 2NE1 berhasil membayar penantian Blackjack Indonesia. Stamina mereka tak turun selama dua jam di panggung. Kesalahan suara pun minim. Bom terdengar lepas dari kontrol mikrofon dalam lagu I Am the Best di babak keempat. Di antara banyaknya girlband Korea, 2NE1 adalah salah satu yang pantang melakukan lip sync di panggung. Dengan 20 lagu dan 20 macam koreografi, mereka tentu berhasil memuaskan Blackjack Indonesia.

    DIANING SARI

    Berita Terpopuler:
    Jennifer Lopez Putus karena Saran Mantan Suami 
    2NE1: Jakarta Panas 
    Kesehatan Membaik, Olga Pulang Hari Ini?
    Kecelakaan Beruntun, Komedian Tracy Morgan Kritis
    Kecelakaan Beruntun, Komedian Tracy Morgan Kritis  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.