Kalah, Caleg Seksi Talita Pasrah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Destiara Talita. Twitter.com

    Destiara Talita. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon legislator dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Destiara Talita, hanya tersenyum kecut ketika menyadari PKPI hanya mendapatkan suara sedikit sehingga tidak lolos parliamentary threshold. Talita merupakan caleg untuk daerah pemilihan Jabar 7 yang meliputi Kota Cirebon dan Indramayu. "Pasrah saja deh, terlalu jauh," katanya kepada Tempo, Jumat, 11 April 2014. (Baca: Talita Janji Tidak Foto Seksi)

    Talita mengaku tidak stres ketika mengetahui partai yang dipilihnya tidak lolos. "Santai saja, enggak stres. Namanya juga persaingan, harus siap kalah. Ini pertama kalinya, anggap saja sebagai pengalaman dan pelajaran politik," kata wanita kuliah hukum dan siap menyandang gelar master itu.

    Talita sudah memiliki firasat kalau dia tidak bisa lolos ke Senayan. Setelah mengetahui hasil quick count, Talita tidak perlu berlama-lama di dapilnya. Dia langsung melakukan aktivitasnya sehari-hari. "Menang atau kalah bukan masalah. Sekarang jalanin aktivitas seperti biasa, tapi bukan sebagai model ya," katanya.

    Kecewa tentu ada, terlebih lagi dana yang dikeluarkan dari kantong pribadinya cukup banyak. Dia mengklaim telah mengeluarkan biaya nyaris Rp 50 juta untuk kampanye selama mencalonkan diri menjadi calon legislator. "Itu relatif sangat kecil, murni dari uang pribadi," katanya.

    Nama Talita langsung naik karena banyak pose seksinya di Internet. Talita memang pernah muncul di majalah pria dewasa, seperti Popular dan FHM.

    ALIA FATHIYAH

    Baca juga:
    Pemilu Indonesia di Mata Dunia
    Alaska Tuntut Bergabung dengan Rusia
    Dhani Jagokan Jokowi atau Prabowo Jadi Presiden
    Pesawat Baru Kepresidenan Mendarat di Halim
    Istana Klaim Pesawat Presiden Hemat Rp 114 Miliar

     

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.