Orasi Seno Gumira Meriahkan Hari Film Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seno Gumira Ajidharma. DOK/TEMPO/Rosdianahangka

    Seno Gumira Ajidharma. DOK/TEMPO/Rosdianahangka

    TEMPO.CO, Jakarta - Memperingati Hari Film Nasional yang jatuh pada 30 Maret, Seno Gumira Ajidarma hadir menyampaikan orasinya bertajuk "Film Indonesia dan Identitas Nasional dalam Kondisi Pasca-nasional", pada hari Kamis, 27 Maret 2014.

    Pertanyaan mengenai status film Indonesia, yang dikatakan sebagai film nasional, muncul sepanjang orasi yang dikumandangkan Seno. Apakah film Indonesia dikatakan sebagai film nasional datang dari teritorial film itu dibuat, menggunakan modal Indonesia, atau bahkan film nasional adalah film yang dengan menggunakan bahasa Indonesia.

    Bagi Seno, pertimbangan teritorial tidak dapat lagi diandalkan. "Karena dengan segenap persyaratan formal yang hanya seolah-olah saja merupakan jaminan keindonesiaan yang absolut itu, film Indonesia ternyata belum sahih disebut sebagai film dengan identitas nasional," katanya dalam orasi.

    "Dengan kata lain, meskipun secara keseluruhan film tersebut diproduksi di Indonesia, yang terpenting adalah bagaimana pertanggungjawaban dari para sineas perfilman Indonesia sebagai representasi identitas nasional, jika secara tekstual hanyalah mengacu dramaturgi film Hollywood," ujar saat Seno saat berorasi di Galeri Indonesia Kaya, Mall Grand Indonesia, Kamis, 27 Maret 2014.

    Seno juga mengungkapkan film-film Indonesia yang diakui di dunia internasional sebagai film berkepribadian mandiri. Alasannya, film tersebut berhasil membebaskan diri dari cara bercerita Hollywood, meskipun tak mudah dihubungkan dengan identitas sosial.

    ANINDYA LEGIA PUTRI

    Berita Terpopuler
    Konser yang Paling Diingat GIGI: Yogya
    Filosofi Jawa Kuno Tujuh Bulanan Arumi Bachsin
    Mimpi GIGI di Ultah ke-20, Tampil di Kecamatan
    Video Musik Coke Bottle, Agnez Mo Tayang Hari Ini


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.