Denny Sumargo Koleksi Ikan Laut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Denny Sumargo. kapanlagi.com

    Denny Sumargo. kapanlagi.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor Denny Sumargo, 32 tahun, ternyata memiliki kesenangan baru selain melakukan kegiatan favoritnya, bermain basket. "Hobi aku sekarang urus akuarium air laut," katanya kepada Tempo pada Senin, 24 Maret 2014, di Gondangdia, Jakarta.

    Menurut pria bertubuh kekar ini, ia sedang belajar bagaimana merawat ikan-ikan itu. Ukuran akuariumnya cukup besar dengan panjang 2 meter, lebar 55 sentimeter, dan tinggi 60 sentimeter. "Dulu aku belajarnya dari akuarium kecil. Lama-lama beli yang besar," katanya. "Ada 50 jenis ikan laut di sana." Denny mengoleksi beberapa ikan, seperti clownfish, botanafish, dan anglefish.

    Denny mengaku tidak mudah mengumpulkan dan merawat berbagai ikan hiasnya itu. Ia membaca banyak buku, riset di Internet, hingga bertanya kepada teman-temannya untuk mengetahui lebih dalam bagaimana cara merawat peliharaannya itu. Ia juga sampai harus ke kawasan Sumenep, Jawa Timur, untuk mendapatkan ikan hias favoritnya.

    Namun tak selamanya pengalaman Denny berakhir manis. Ia mengatakan sempat ingin punya ikan angel melati. Begitu punya, ternyata ia salah merawat. Sehari kemudian, ikan itu mati. "Itu akuarium rasanya mau gue banting," katanya kesal. (Baca: Jarang Diisi Bensin, Mobil Denny Sumargo Mogok)

    Selain untuk kesenangan sendiri, ternyata Denny pun berharap hobi barunya itu bisa menghasilkan uang suatu hari nanti. "Perawatannya memang sulit, tapi mungkin bisa jadi bisnis suatu hari nanti," dia berharap.

    MITRA TARIGAN

    Berita Terpopuler:
    Denny dan Shandy Pasangan Hoki di Film Horor
    Mall Klender, Film Horor Berlatar Kerusuhan 1998 
    Siapkan Pernikahan, Tantri Akan Buat Pesta Rakyat  Film Son of God Tayang di Blitz Mulai 9 April 2014


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.