Sutradara Belia Menangi Impas Award  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Film pendek berjudul Lima Sekawan, besutan sineas pelajar Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (24/4). TEMPO/Aris Andrianto

    Film pendek berjudul Lima Sekawan, besutan sineas pelajar Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (24/4). TEMPO/Aris Andrianto

    TEMPO.CO, Purbalingga - Eko Junianto, 15 tahun, pelajar SMP Negeri 4 Satu Atap Karangmoncol, Purbalingga, Jawa Tengah, mencuri perhatian dewan juri XXI Short Film Festival 2014 lewat film dokumenter berjudul Mana Janjimu.

    Film tentang pemilihan ketua OSIS itu meraih penghargaan kategori Film Pendek Pilihan Juri Indonesian Motion Pictures Association (Impas) pada kontes film pendek itu.

    Saat menerima penghargaan, Eko diminta memberikan tanggapan. Dengan muka lugunya, Eko meminta pemerintah membangun ruang kelas di sekolahnya. “Saya minta dibuatkan ruang kelas. Ibu Menteri Parekraf mohon disampaikan ke Mendiknas, ya,” ujarnya, disambut tawa hadirin.

    Malam penganugerahan dilaksanakan Ahad malam, 16 Maret 2014, di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta. Eko merupakan sutradara penerima penghargaan termuda malam itu. Dia mengalahkan sejumlah tokoh perfilman senior yang ikut berkompetisi.

    Eko mengatakan penghargaan tersebut ia persembahkan untuk sekolah dan dunia perfilman Purbalingga. Meski sekolahnya berada di lereng Gunung Slamet yang sulit diakses kendaraan bermotor, dia mengaku tak pernah menyurutkan niatnya membuat film.

    Film Mana Janjimu sebelumnya pernah menang dalam Kompetisi Dokumenter Pelajar Banyumas Raya 2013. Film itu berkisah tentang pemilihan Ketua OSIS SMPN 4 Satu Atap Karangmoncol pada September 2013.

    Film itu memotret pemilihan calon ketua OSIS sebagai bentuk kondisi politik nasional dalam kacamata pelajar. “Saya ingin memotret kegiatan pemilihan OSIS yang tak jauh beda dengan pemilihan umum. Soal janji wakil rakyat yang tak pernah dipenuhi,” katanya.

    Direktur Cinema Lovers Community Purbalingga, Bowo Leksono, mengatakan penghargaan yang diterima Eko cukup bergengsi. Menurut dia, film yang mendapat penghargaan ini dianggap memiliki visi paling unik. “Ajang ini memilih film yang dianggap dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan film Indonesia di masa depan,” ujarnya.

    XXI Short Film Festival 2014, kata Bowo, memberikan 8 penghargaan, yakni Film Pendek Fiksi Naratif Terbaik, Animasi Terbaik, Dokumenter Terbaik, Fiksi Naratif Pilihan Media, Animasi Pilihan Media, Dokumenter Pilihan Media, Pilihan Versi Juri Impas, dan Film Pendek Favorit.

    Film Mana Janjimu menerima penghargaan kategori Film Pendek Pilihan Juri  Impas bersama dua film pendek lain, yakni Aditya dan Putri Matahari karya Gangsar Waskito dari Yogyakarta dan Lembar Jawaban Kita besutan sutradara Sofyana Ali Bindiar dari Bandung.

    Aris Prasetyo, pembina ekstrakurikuler sinematografi Sawah Artha Film SMPN 4 Satu Atap Karangmoncol, mengatakan prestasi ini diharapkan dapat memacu semangat siswa untuk terus berkarya. "Film sudah menjadi daya tarik anak-anak di sekitar Karangmoncol untuk bersekolah. Kami berharap mereka terus berkarya setiap tahun," kata guru honorer yang mendampingi siswanya ke Jakarta ini.


    ARIS ANDRIANTO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.