Iis Dahlia Umrah pada Waktu yang Pas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iis Dahlia. TEMPO/Nurdiansah

    Iis Dahlia. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam hidup, seseorang selalu mendambakan perjalanan spiritual. Demikian juga dengan penyanyi dangdut Iis Dahlia. Wanita kelahiran Indramayu, Jawa Barat, 29 Mei 1972, ini bersyukur bisa diberi kesempatan umrah tahun ini.

    "Gue sibuk ngamen selama tiga tahun ini, jadi syukur, alhamdulillah, tahun ini diberi kesempatan kembali umrah," kata Iis, yang baru saja sepekan menunaikan ibadah di Tanah Suci.

    Iis yang ditemui Tempo pada Rabu, 12 Maret 2014, mengakui selama tiga tahun sibuk dengan ngamen atau undangan menyanyi di sana-sini. Kesibukan ini membuatnya menunda umrah. Kebetulan tahun ini, meski jadwalnya padat, dia punya kesempatan umrah bersama kakak, saudara, uwak, dan bibinya.

    Faktor lain yang membuat Iis menunda umrah adalah menunggu supaya pembangunan di sekitar Masjidil Haram tidak membuat repot, seperti saat ia umrah terakhir beberapa tahun lalu.

    "Umrah adalah totalitas beribadah. Aku ingin suasananya enggak bikin crowded. Beberapa tahun kemarin, ada pembangunan di sekitar masjid. Jadi, aku berpikir, ya, belum saatnya," katanya. Saat umrah, ia mau total. "Sebab, ini murni ibadah yang enggak bisa ditawar-tawar," kata Iis, yang selama umrah mengahabiskan waktu di masjid untuk menunaikan salat lima waktu, salat sunah, puasa, dan mengaji (Baca: Iis Dahlia Buka-bukaan Soal Manajer Artis).

    Iis mengakui totalitas beribadah saat umrah berbeda dengan ibadah di Jakarta. "Di sana, enggak pikir dan mengerjakan apa-apa selain ibadah. Di sini, biar ada waktu ibadah, tapi kadang enggak fokus. Kesempatan umrah buatku sebagai charge baterai menjadi penuh."

    Menunaikan ibadah ini diakui Iis karena ia menggunakan jatah dari tempat bekerja sang suami, yang menjadi pilot Garuda. Dalam setahun, Iis memiliki kesempatan dua kali jalan-jalan ke luar negeri. Nah, dengan cerdas, Iis mempergunakannya untuk dua hal. "Pertama, untuk keliling negara lain yang sifatnya liburan dan hiburan. Dan, yang kedua, untuk ibadah. Biar balance dunia dan akhirat," katanya sambil tertawa.

    HADRIANI P.

    Berita Terpopuler
    Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Festival Film Dunia 
    Suka Kopi, Rio Dewanto Habiskan 4-5 Gelas Sehari
    Festival Film Like The Unlike Digelar di Yogya
    Led Zeppelin Buat Ulang Tiga Album Perdananya  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.