Pendukung Justin Bieber Bikin Petisi Tandingan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Justin Bieber dikeliling oleh penggemarnya. REUTERS/Mario Anzuoni

    Justin Bieber dikeliling oleh penggemarnya. REUTERS/Mario Anzuoni

    TEMPO.CO, New York - Petisi yang meminta Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk mendeportasi penyanyi asal Kanada Justin Bieber dari Amerika Serikat ternyata memicu reaksi dari penggemar Bieber alias Beliebers. Penggila Bieber membuat petisi tandingan.

    Di dalam petisi tandingan tersebut, disebutkan, "Bieber hanya manusia biasa dan membuat kesalahan." Petisi ini sudah ditandatangani 1.500 orang.

    Sebelumnya, muncul petisi yang meminta Gedung Putih untuk mengusir Bieber. Petisi ini sudah ditandatangani sekitar 100 ribu orang. (Baca Petisi Usir Bieber dari AS Diteken 100 Ribu Orang)

    Petisi usir Bieber dari Amerika muncul setelah kasus penahanan Bieber. Penyanyi yang populer lewat lagunya "Boyfriend" ini ditangkap karena mengemudi dalam keadaan mabuk, 23 Januari lalu. Namun Bieber bebas setelah membayar uang jaminan.

    Selain kasus itu, Bieber juga sedang dalam penyelidikan karena diduga melempar telur ke rumah tetangganya di California. Sementara untuk kasus Miami, Bieber akan menghadapi persidangan 14 Februari 2014. Dalam petisi yang ditujukan ke Gedung Putih, disebutkan," Bieber tidak hanya mengancam keselamatan orang tapi dia juga pengaruh buruk bagi anak muda di negara kita."

    Pihak Gedung Putih sendiri mengatakan akan menanggapi petisi itu. Namun tidak ada batasan waktu kapan petisi ini ditanggapi.

    PEOPLE | DEWI RETNO

    Berita lain:
    Justin Bieber Menolak Masuk Panti Rehabilitasi
    Bebas dari Penjara, Justin Bieber Hindari Ibunya
    Duet JLo dan Pitbull di Piala Dunia 2014
    Buat Onar, Justin Bieber Diusir Tetangga 
    JLo dan Pitbull Nyanyikan Lagu Resmi Piala Dunia  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.