Laksa Bikinan Chef Gordon Ramsay Rasanya 'Payah'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gordon Ramsey

    Gordon Ramsey

    TEMPO.CO, Singapura - Pada akhirnya, pedagang kaki lima di pusat jajanan Singapura mengalahkan koki selebriti Gordon Ramsay. Keduanya menjadi peserta adu kebolehan memasak di ajang SingTel Hawker Heroes Challenge di Newton Food Centre Singapura semalam.

    Menurut media Singapura The Straits Times, pada putaran pertama memasak, Ramsey tersenyum lebar saat memenangi lomba memasak makanan terkenal Singapura, Chili Crab. Dalam soal memasak masakan kepiting dengan bumbu pedas ini, masakan juri ajang kompetisi memasak Master Chef Amerika ini mengundang decak kagum juri.

    Namun, pada putaran kedua saat membuat masakan laksa dan nasi ayam, dia dibuat garuk-garuk kepala. Koki yang mendapat bintang Michelin ini memang mengalahkan Ang Kiam Meng, CEO Jumbo Seafood Restaurant dengan suara lima persen, namun kalah dari  Ryan Koh, dari 328 Katong Laksa yang mengantongi suara 19 persen dan Madam Foo Kui Lia dari Tian Tian Hainanese Chicken Rice  sebanyak enam persen.

    Sekitar 3.000 suara diberikan oleh 1.000 anggota masyarakat yang muncul di pusat jajanan itu untuk menonton lomba adu rasa memasak. Penonton di televisi memilih favorit mereka melalui SMS.

    Gordon James Ramsay, lahir pada 8 November 1966, adalah chef dunia ternama asal Skotlandia. Dia memenangkan 15 bintang Michelin, penghargaan untuk bidang kuliner. Ia dikenal sebagai chef penilai yang 'kejam' dalam berbagai ajang kompetisi memasak, antara lain Hell's Kitchen, The F Word, Ramsay Best Restaurant, Ramsay Kitchen Nightmares, Gordon's Great Escape, Gordon Behind Bars, dan Gordon ramsey's Ultimate Cookery Course. Dia memiliki kekayaan bersih 32 juta poundsterling.

    STRAITS TIMES | TRIP B


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.