Nyanyi untuk Sang Diktator, JLO Minta Maaf

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jennifer Lopez. zimbio.com

    Jennifer Lopez. zimbio.com

    TEMPO.CO, Ashgabat - Jennifer Lopez dipaksa untuk meminta maaf setelah dalam sebuah konser di Turkmenistan pada Sabtu malam menyanyikan lagu 'Happy Birthday' untuk diktator negeri itu. Presiden Turkmenistan Gurbanguly Berdimuhamedow dikenal represif dan pemerintahnya dituduh sewenang-wenang menangkap dan menyiksa para pembangkang politik.

    Human Rights Watch memeringkat Turkmenistan sebagai 'negara yang paling represif di dunia.' Kelompok hak asasi manusia ini mengatakan bekas republik Soviet itu memberlakukan 'pembatasan dengan sangat keras terhadap kebebasan berekspresi dan berserikat."

    Kelompok ini juga melaporkan bahwa 'Presiden Berdymukhamedov, kerabat, dan rekan menikmati kekuasaan tak terbatas dan kontrol total atas semua aspek kehidupan masyarakat. "

    Konser ini disponsori oleh China National Petroleum Corp, investor utama dalam industri gas yang tengah booming di Turmenistan. Konser ini dimaksudkan untuk merayakan ulang tahun ke-56 Berdimuhamedow.

    Lopez mengenakan gaun tradisional Turkmen bersama penghibur lainnya selama menyanyikan 'Happy Birthday Mr Presiden'. Ia merilis sebuah pernyataan setelah konser meminta maaf karena memberi selamat pada presiden dan mengatakan dia tidak akan pernah menghadiri konser itu jika dia tahu catatan hak asasi manusia negara itu.

    Menurut pernyataan itu, lagu ulang tahun adalah permintaan mendadak pada menit terakhir yang dibuat oleh perusahaan itu pada Lopez. Dia menyatakan, menyanyikan lagu itu "wajib" dilakukan.

    Sebelum konser, presiden Berdimuhamedow membuka sebuah resor mewah seharga US$ 2 miliar di Awaza di Laut Kaspia. Mantan juri American Idol dan koreografer JR Taylor terlihat sangat senang berada di tempat itu dan tak menyadari penilaian HRW atas negeri itu. "Turkmenistan terasa luar biasa di malam ini Kidz! Jadi ingin tahu dimana semua pengikut Turkmenistan-ku!? Jawablah! '

    Komentarnya mendapat kecaman keras pengamat hak asasi manusia dan sebagian penggemarnya. Lopez dianggap 'kuper' dan menunjukkan dia tak paham bahwa hampir semua media sosial - termasuk Twitter - diblokir di Turkmenistan.

    MAIL ONLINE | TRIP B

    Topik Terhangat
    Ribut Kabut Asap |PKS Didepak?| Persija vs Persib |Penyaluran BLSM |Eksekutor Cebongan

    Baca Juga:
    Diego Maradona Emoh Tampil di Dahsyat

    Ini Wasit Final Piala Konfederasi 2013

    Jokowi dan Megawati Terpukau dengan Ariah


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.