Grup Musik Bali Menangi Kompetisi Musik Etnik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Band Sirkus Barock menampilkan pertunjukan musik yang sarat dengan nuansa teaterikal dalam konser Cerita Dari Jalanan di Taman Budaya, Bandung (29/5). TEMPO/Prima Mulia

    Band Sirkus Barock menampilkan pertunjukan musik yang sarat dengan nuansa teaterikal dalam konser Cerita Dari Jalanan di Taman Budaya, Bandung (29/5). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Denpasar - Kelompok musik Komunitas Rarekual dari Bali meraih penghargaan dalam grand final 'Kompetisi Musik Paling Aksi dan Kreatif' di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Jumat malam, 7 Juni 2013. Kelompok musik ini meraih juara pertama dalam ajang kompetisi musik etnik bertema 'Harmoni Untuk Negeri' yang diselenggarakan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sejak tahun 2009.

    D'Licio, grup musik asal Jawa Barat meraih juara kedua. Sedangkan juara ketiga diraih oleh D'Explode, grup musik dari Gianyar, Bali. Kompetisi musik yang membawa tema 'Harmoni Untuk Negeri'. Tiga grup musik etnik lainnya yang menjadi juara harapan satu hingga tiga berturut-turut adalah Cah bagus Ekperimental, Holiday dan Muda Mudi Maimunah ( 3 M) yang berasal dari Surakarta. Kompetisi ini juga memberikan penghargaan terhadap Best Player, Penyanyi Terbaik dan Lagu Terbaik.

    Untuk best player diraih oleh Edward Saputra dari kelompok musik Tumaritis. Penyanyi terbaik diraih oleh Anggar Sofi Gusti dari grup Cah Bagus Eksperimental. Sedangkan lagu terbaik adalah 'Lovina' yang dibawakan oleh Komunitas Rarekual. Dewan juri dalam kompetisi musik ini adalah Sawung Jabo, Djaduk Ferianto dan Oppie Andaresta. Oppie mengatakan, dewan juri menemui kesulitan dalam menilai penampilan para finalis. "Semuanya bagus-bagus," katanya.

    Oppie mengatakan, kompetisi ini menjadi ajang untuk musisi muda bertalenta tinggi dan berbakat. Menurut dia, dibutuhkan musisi bertalenta tinggi untuk mengaransemen musik pop dengan musik bercitarasa Indonesia. Penilaian terhadap para pemenang ini dilakukan pada 3 Juni 2013 di Kuta. Even Kompak ini diikuti oleh 3.000 grup musik etnik dari Jawa Timur, Jawa Barat, DKI, Banten, Bali, Lombok dan DIY.

    Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero), Dwi Sucipto mengatakan kegiatan ini untuk membangun generasi muda yang produktif, proaktif dan penuh inovasi. "Unsur kreatif musik yang ditonjolkan," kata Dwi.

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Topik terhangat:
    Tarif Baru KRL | Kisruh Kartu Jakarta Sehat | PKS Membangkang | Ahmad Fathanah

    Berita terkait:
    Pramugari Sriwijaya Air Dipukul Pejabat Daerah
    Pramugari Sriwijaya Air Banjir Dukungan di Twitter
    Pemerintah Tegaskan Larangan Ponsel di Pesawat


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.