Girl Band Korea Lebih 'Berani' di Luar Negeri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah personil Girlband Pop Korea Selatan, T-Ara berpose dalam sesi foto sebelum konsernya di acara

    Sejumlah personil Girlband Pop Korea Selatan, T-Ara berpose dalam sesi foto sebelum konsernya di acara "One Asia Tour 2012 M countdown Smile-Thailand" di Bangkok, Thailand, 4-10, 2012. (AP Photo/Sakchai Lalit)

    TEMPO.CO, Seoul - Panggung dan stasiun televisi di Jepang kembali menjadi pelarian girl band asal Korea untuk tampil lebih 'berani'. Kelompok girl band T-ara melakukannya dalam tur album baru mereka yang berjudul  "Bunny Style" pada Maret 2013 lalu. 

    Di negeri sakura itu, album T-ara memang laku keras. Untuk mengapresiasi capaian tersebut, Hwayoung, Qri, Hyomin, Boram, Jiyeon, Soyeon, dan Eunjung memberikan kejutan dengan penampilan yang berbeda daripada seperti yang ditunjukkan di negeri sendiri, yakni super seksi. 

    Dalam sebuah video yang diunggah di internet, terlihat sejumlah perempuan Jepang tertawa ketika T-ara tampil di panggung terbuka. Video tersebut ternyata juga mengunggah komentar dari warga Korea Selatan yang merasa bahwa mereka telah merasa direndahkan lewat penampilan tujuh personel T-ara itu.

    Sebenarnya tak hanya T-ara yang menunjukkan performa berbeda dalam konser di Jepang. Girl Generation, misalnya. Kelompok yang terdiri dari sembilan gadis imut ini biasanya tampil di panggung dengan ciri khas muka polos dan tak bersalah. Tapi ketika di Jepang, girl band terpopuler ini, mengenakan pakaian ketat dan menunjukan tarian kutub dengan kostum yang menyerupai lingerie.

    Tapi kisah tampil "berani" ini ternyata juga menjadi bumerang. Gara-gara pamer pusar di Jepang, girl band Rainbow dilarang tampil di Korea pada 2010. 

    "TV di Jepang lebih toleran dalam hal urusan konten seksual, dan agen pencari bakat juga menginginkan image tersebut," kata satu pegawai agensi yang menaungi girl band Rainbow di Korea. "Tapi, ingat ya, kami tidak hanya menjual image seksi belaka," katanya menambahkan.

    Pengamat Industri pertelevisian mengatakan bahwa para girl band tersebut sengaja menjual keseksiannya untuk pasar yang baru. "Girl Band membutuhkan tampilan yang menarik fans di pasar luar negeri, jadi penting untuk menunjukkan lebih banyak bagian tubuh yang terbuka," kata Kim Won, ahli budaya dan hiburan Korea. "Tapi konep seksi ada batasannya dan tiap penyanyi harus menunjukkan bakat uniknya untuk bisa berkompetisi."

    CHOSUNILBO|DIANING SARI

    Berita Lain:
    Besok, Kereta AC Banyuwangi-Yogyakarta Beroperasi

    Buruh Pabrik Diangkut Mobil Boks Seperti Barang

    Alumni Sekolah Ilmu Pemerintahan Tewas di Trotoar

    Menteri Nuh Tunda Buka Hasil Investigasi UN SMA  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.