Dakwah Ustad Uje Merambah ke Industri Tekstil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Uje dalam konser

    Uje dalam konser "Cahaya Hati" di Balai Kartini, Jakarta Februari 2012. Ia juga dikenal sering berpenampilan khas, bahkan ia menjadi model baju koko rancangan Itang Yunaz. Tempo/Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Jakarta - Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Manusia wafat meninggalkan amal ibadah, ilmu yang berguna dan sejuta kenangan. Begitu juga dengan Ustad Jefry Al Buchori yang meninggal dunia pada Jumat dinihari, 26 April 2013, dalam kecelakaan sepeda motor di Pondok Indah, Jakarta Selatan.

    "Uje itu panutan, tak hanya ilmu agamanya yang membuat orang berdecak kagum. Kalau menyaksikan gaya busana Uje, mencerminkan busana muslim yang syar'i, modis, dan trendi," kata perancang busana Itang Yunasz.

    Pemilik label Preview ini mempercayakan Uje sebagai ikon labelnya untuk baju koko--busana muslim kaum Adam. "Sosok Uje muda, bersemangat dan amanah, pas dengan gaya baju koko ini," ujarnya.

    Itang tidak asal bicara. Di industri tekstil dan mode Indonesia, orang pun mulai tahu, mengenal, dan mencari baju Uje. Meski awalnya berlabel Preview, beberapa industri kecil rumah tangga mulai meniru memproduksi gaya baju Uje. Tak heran di pasar busana muslim di Tanah Abang, Cipulir, Pasar Mester Jatinegara, dan beberapa ITC mulai sering dicari gaya baju Uje.

    Gaya Uje yang khas adalah baju koko berbordir, namun simpel, dan peci atau songkok. Gayanya yang khas ini sangat trendi membuat penampilannya diikuti dan ditiru masyarakat. "Baju koko Uje kemudian marak, booming menjadi euforia para pria seperti halnya dakwah dan tausiahnya," kata Itang.

    Perancang Boyonk Ilyas mengatakan, Uje yang tampil dengan gayanya tanpa disadari menjadi sihir positif. "Masyarakat terutama orang muda mau dan bersemangat berbaju koko ala Uje. Dakwah Uje pun merambah, berhasil menjalar di industri tekstil dan menyemarakkan mode di Tanah Air," kata perancang busana muslim ini.

    Boyonk juga kagum dengan karena karisma Uje yang melekat pada mode punya andil menggerakkan pasar busana muslim. "Para pedagang pintar dan mereka selalu mengikuti tren yang berlaku. Hasilnya, gaya baju koko Uje bisa dicari di pasar hingga pusat perbelanjaan besar," kata Boyonk.

    HADRIANI P


    Topik terhangat:


    Caleg
    | Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Preman Yogya

    Berita lainnya:
    Ustad Jefry Al Buchori Tutup Usia di Pondok Indah

    Ustad Uje Kecelakaan Usai Ngopi di Kemang

    Motor Gede Uje Terlempar 20 Meter

    Uje Alami Kecelakaan Tunggal

    Ustad Uje Terpelanting Usai Tabrak Pohon Palem


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.