Kiai Anggap Eyang Subur Bukan Tokoh Spiritual

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagian luar rumah Eyang Subur di Kawasan Duri Kepa, Jakarta Barat, Kamis (28/3). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Bagian luar rumah Eyang Subur di Kawasan Duri Kepa, Jakarta Barat, Kamis (28/3). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO , Jakarta:Sepekan terakhir sosok Eyang Subur terus menjadi sorotan media. Di mata beberapa artis Indonesia, pria dengan dandanan parlente itu cukup terkenal. Namun, Anom Kusumajati, tokoh spiritual dari Pesantren Balerante Palimanan Cirebon, tak menganggapnya sebagai tokoh spiritual yang berpengaruh di Indonesia. "Dia (Eyang Subur) tidak termasuk tokoh spiritual," ujar Anom, yang akrab disapa Abah, Sabtu, 30 Maret 2013.

    Melalui layar kaca, Abah cukup terkejut menyaksikan beragam ritual yang dilakukan Eyang Subur. Jika berita itu benar adanya, ia menilai itu adalah ritual tipu daya. Ia menghimbau kepada orang yang mengaku sebagai penasihat spiritual, termasuk Eyang Subur, untuk berhati-hati. "Cara yang tidak syar'i adalah sesat, itu berbahaya," tutur Abah yang memiliki klien mulai pejabat tinggi, selebritis hingga pengusaha ternama Indonesia.

    Menurutnya, kesesatan Eyang Subur bisa dilihat dari jumlah istrinya. Memang, hukum Islam tidak melarang poligami. Namun, secara tadarruj (penerapan Syariat secara bertahap), ia menambahkan, Islam membatasi poligami maksimal 4 istri. "Kalau sudah melebihi 4 istri itu sudah sesat. Saya menduga Eyang Subur adalah dukun," tuturnya.

    Anom mengatakan tujuan penasihat spiritual untuk klien adalah untuk mencapai derajat insan kamil. Yaitu manusia sempurna yang memiliki upaya terus-menerus membersihkan diri. Jika buah dari ritual yang diberikannya adalah kesuksesan, menurutnya, itu adalah bonus. "Berbeda dengan dukun. Artis porno tetap juga dibantu," ujar Anom yang baru-baru ini mendirikan Majelis Agung Penasihat Spiritual Islam yang berisi kumpulan tokoh spiritual tarekat di Indonesia.

    Nama Eyang Subur menjadi sorotan setelah selebritas Adi Bing Slamet mengungkapkan diri sebagai korban Eyang Subur. Adi Bing Slamet menggelar konferensi pers di kawasan Ragunan, Jakarta, Senin, 25 Maret 2013. Adi yang pengikut Eyang Subur sejak tahun 1998, membuka semua fakta ajaran yang dianggapnya sesat. (Baca lengkap EDISI KHUSUS: Guru Spiritual Seleb)

    HERU TRIYONO

    Baca juga
    SBY: Barang Kali Ketua Umum Takdir Saya
    Dua Tewas Jadi Korban Pertikaian Warga Pattimura 

    Polisi Pelaku Akan Dipecat Dan Dijerat Pidana 

    Polisi Pelaku Dihadapkan di Sidang Kode Etik  




    Topik Terhangat: Kudeta || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.