Arzetti Bilbina Ingin Fokus Buat Gerakan Perempuan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arzetti Bilbina. TEMPO/Dasril Roszandi

    Arzetti Bilbina. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktris Arzetti Bilbina mengaku menerima tawaran masuk politik karena melihat kondisi perempuan Indonesia. "Saya terjun ke politik ini awalnya melihat sebagai seorang ibu dan perempuan," kata Arzetti di DPP Partai Kebangkitan Bangsa, Cikini, Jakarta pada Kamis 28 Februari 2013.

    Dengan mengikuti politik, menurut ibu tiga anak ini wanita Indonesia masih banyak yang mengalami penindasan. Sehingga dengan ikut menjadi calon legislatif, ia merasa bisa membela para ibu-ibu ini.

    Hal itu pun dikatakan suaminya. "Pas pertama kali ditawari, suami langsung bilang ikut aja atas nama perempuan," kata Arzetti yang merasa di dukung penuh suaminya itu.

    Ia pun membeberkan perbedaan cara berpikir perempuan dan laki laki. Menurutnya, para pemimpin laki-laki lebih berpikir tentang kemajuan. Namun perempuan lebih banyak menggunakan perasaan dan kelembutan. Dan hal itu pula yang ingin ditawarkan Arzetti ketika menjadi seorang pemimpin di masyarakat nanti.

    "Saya ingin tingkatkan touch perempuan ke dunia laki laki," kata wanita yang memakai rok panjang kuning menyala ini.

    Arzetti mengikuti daerah pemilihan kampung halamannya, Lampung untuk pesta demokrasi tahun 2014 nanti dari PKB. Selain mantan model ini, terdapat pula beberapa artis lain yang ikut bergabung dengan partai bentukan Gusdur ini.

    Mereka adalah Krisna Mukti, Said Bajuri, Tommy Kurniawan, Mandala Saouji, Qubil Aj, Augusthine Ariella Nere. Dengan bergabungnya para artis itu, Muhaimin Iskandar berharap agar partainya dapat memberikan pencerahan lebih kepada masyarakat.

    MITRA TARIGAN

    Berita terpopuler lainnya:
    Tiga Penjahat dalam Film The Amazing Spider-Man 2 

    Susahnya Syuting Java Heat di Candi Borobudur

    Film Java Heat Bukan Film Impor 

    Yovie Widiyanto Akan Ciptakan Lagu Dari Penonton

    Andien: Jazz Harus Dikenal Sampai Pelosok 

    Zero Dark, Penyiksaan dan Perburuan dalam Gelap


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.