Festival Sinema Prancis Tampilkan Karya Lokal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Camile Redouble. Aqui.fr

    Camile Redouble. Aqui.fr

    TEMPO.CO , Yogyakarta: Festival Sinema Prancis ke-17 mulai digelar di Yogyakarta dengan berpusat di gedung bioskop Empire XXI Yogyakarta pada 19-20 Januari 2013.

    Wakil Kebudayaan Atase Institut Francais Indonesia (IFI) atau Lembaga Indonesia Prancis (LIP) Yogyakarta, Dimas Jayasrana,memastikan akan ada 10 film pendek karya sutradara lokal yang ikut diputar.

    Karya lokal itu merupakan hasil kompetisi film pendek nasional yang diselenggarakan panitia untuk mencari sutradara berbakat Indonesia. Sebanyak 69 film ikut seleksi. Semuanya dibuat seniman berbakat dari berbagai kota di Indonesia. Seluruh karya tersebut akan diputar di Auditorium IFI-LIP Yogyakarta pada 21-23 Januari 2013.

    Dimas sendiri mengakui sedikitnya film Prancis yang diputar. Tapi dia menegaskan 5 film yang diputar merupakan film baru, yang belum setahun dirilis di negeri Menara Eiffel.

    Kebaruan dari sisi waktu rilis inilah yang berpengaruh pada sedikitnya jumlah film yang diputar. Dimas megungkapkan, semakin baru waktu rilis film itu maka harga hak siarnya makin mahal. Untuk satu film baru yang belum ada satu tahun rilisnya, satu kali putar butuh biaya sampai 1.200 euro. Jika film itu sudah lama rilis, maka hanya butuh sekitar 500 euro.

    Namun, persoalan finasial ini diimbangi dengan kualitas dan kesegaran film yang dihadirkan dalam festival kali ini. Masyarakat pun akan disajikan dengan festival yang berbau beda dari ciri film Perancis yang cenderung memuat alur cerita panjang, materi yang berat, serius, bertele-tele, atau banyak menjual sisi artistik saja.

    Di Empire Yogyakarta, festival digelar dengan bertempat di studio 4 dan 5. Tiap film diputar dua kali dengan waktu tayang mulai pukul 17.00-22.00 WIB. Harga tiket Rp 20 ribu per orang.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.