Whitney Houston Diduga Dibunuh Bandar Narkoba

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 3 Maret 1988, file, Whitney Houston berpose saat anugrah Grammy Awards di New York. AP/Mark Lennihan

    3 Maret 1988, file, Whitney Houston berpose saat anugrah Grammy Awards di New York. AP/Mark Lennihan

    TEMPO.CO, Chicago - Kematian penyanyi bersuara emas Whitney Houston masih meninggalkan tanda tanya. Kini muncul tudingan bahwa bintang film Bodyguard itu bukan meninggal dunia karena narkoba, tapi karena dibunuh.

    Paul Huebl, seorang detektif swasta di Hollywood, menduga Whitney Houston  tewas karena dibunuh bandar narkoba. Dugaan ini berdasar atas rekaman video pengawas. "Dia diduga dibunuh karena utang narkoba," kata Huebl, Kamis, 27 Desember 2012.

    Utang itu konon mencapai US$ 1,5 juta atau sekitar Rp 14,4 miliar. Heubl adalah seorang mantan perwira polisi Chicago. Penyelidikannya dalam kasus Whitney Houston  ini dilakukannya atas permintaan klien. Namun, dia enggan menyebutkan siapa kliennya.

    Media The National Enquirer melaporkan, Huebl percaya diva yang tewas di usia 48 tahun itu didatangi preman sang bandar. Sehari sebelum tewas, kata Huebl, Whitney Houston  menerima paket kokain di kamarnya.

    Dalam rekaman itu,Houston  menyatakan "I'm tired of this sh*t". Huebl menyatakan dalam video pengawas itu ada dua pria tak dikenal yang berulang kali pergi ke Beverly Hilton dan masuk ke tempat tinggal Whitney Houston . Dia menduga inilah orang-orang yang menyelinap ke kamar hotel Houston dan membunuhnya.

    Dengan dugaan ini, Huebl juga tak sepakat dengan putusan Los Angeles County Coroner yang mengungkapkan bahwa kematian Houston karena "kecelakaan". Menurut dia, tubuh Whitney Houston  menunjukkan luka karena mempertahankan diri. "Luka ini hanya terjadi pada mereka yang sedang mempertahankan hidupnya," katanya.

    Detektif swasta itu juga mengatakan ia memiliki bukti bahwa kamar hotel Whitney Houston  digeledah dan menunjukkan adanya tindak kekerasan. Huebl mengatakan ia memberikan bukti kepada kantor FBI Chicago dengan harapan akan membuka investigasi kriminal.

    Namun, belum ada komentar dari FBI. Huebl percaya kepolisian Beverly Hills tidak mengusut tuntas kematian Whitney Houston  karena mereka tidak ingin membawa perhatian negatif ke Beverly Hills atau ke Beverly Hilton.

    NUR ROCHMI | DAILYMAIL

    Berita terpopuler lainnya:
    FPI Gugat Bupati Soal Misa Natal di Alun-alun

    Cara Supaya Sudirman - Thamrin Tak Banjir Lagi

    Pajak Diusulkan Keluar dari Kementerian Keuangan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?