Ibu Pemenang Pulitzer Ini Benci Novelnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Michael Cunningham

    Michael Cunningham

    TEMPO.CO, Singapura - Semula, Michael Cunningham mendedikasikan novelnya, The Hours, untuk ibunya. Namun, kendati novel itu kemudian memenangkan penghargaan Pulitzer, sang ibu tak pernah menyukai, bahkan membencinya.

    Novel ini menelusuri kehidupan tiga perempuan yang dipengaruhi oleh novel Virginia Woolf tahun 1925, Mrs Dalloway. Ibu Cunningham adalah inspirasi di balik karakter seorang ibu rumah tangga yang bosan dengan kehidupannya.

    Namun, ia tak berkenan. Ia tak suka kehidupannya diekspos dalam novel. "Dia tidak suka buku. Dalam pikirannya bahwa ia dieksploitasi dan diekspos," kata penulis berusia 60 tahun ini. Tak hanya tak mau membaca, sang ibu bahkan ngambek dengan munculnya novel ini.

    Cunningham sejauh ini telah menghasilkan enam novel, termasuk yang dipublikasikan tahun 2010, By Nightfall. Namanya menjadi populer setelah novel ketiganya, The Hours, diterbitkan pada tahun 1998. Ia menggondol penghargaan Pen/Faulker dan Pulitzer Prize. Novelnya menjadi buku terlaris versi New York Times, kemudian dibuat menjadi film yang dibintangi Meryl Streep, Julianne Moore, dan Nicole Kidman.

    Cunningham akan hadir akhir pekan ini di Singapura dalam ajang Singapore Writers Festival. Pada hari Sabtu, dosen senior di Universitas Yale ini akan muncul pada panel tentang penghargaan sastra dan dialog setelah pemutaran film The Hours. Pada hari Minggu, dia menjadi host makan malam bagi sastrawan dunia dan memberikan kuliah tentang seni menulis.

    THE STRAITS TIMES | TRIP B

    Berita Terpopuler:
    Dahlan Akan Buka Oknum DPR Peminta Jatah ke BUMN
    Kisah Jenderal Pramono Edhi dan Makelar Senjata

    Ketika Senjata Tempur TNI Sudah Tua dan Lelah

    Siasat Dagang Makelar Senjata

    9 Modus Upeti ke DPR


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.