Bourne Legacy tanpa Cita Rasa Jason Bourne

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • The Bourne Legacy. Followthesignal.com

    The Bourne Legacy. Followthesignal.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Alaska. Pegunungan batu nan terjal, tumpukan es, putih, dingin, dan kawanan serigala. Di sanalah Aaron Cross berkelana. Tak banyak bawaan Cross dalam perjalanannya. Cuma satu tas berisi suntikan serta senjata laras panjang guna membunuh hewan liar yang nantinya ia bakar dan santap. Di samping memakan daging buruan, Cross juga menenggak dua keping pil secara rutin. Pil hijau dan biru. Pil yang membuat Cross kecanduan.

    Tapi persediaan pil menipis. Cross terpaksa melintasi pegunungan untuk menuju satu tempat: rumah kayu yang dijaga seorang lelaki seumuran dirinya. Untuk sampai gubuk itu, Cross harus meloncati tebing-tebing terjal serta berhadapan dengan serigala. Semua itu ia tantang demi dua jenis pil itu.

    Ketika Aaron Cross mempertaruhkan nyawanya demi pil biru dan hijau, di Amerika kehebohan terjadi. Gara-garanya Operasi Blackbriar dan Treadstone yang tengah dikerjakan Departemen Pertahanan bocor ke publik.

    Wakil Direktur CIA Pamela Landy (Joan Allen), penanggung jawab Operasi Blackbriar, Noah Vosen (David Strathairn), Direktur CIA Ezra Kramer (Scott Glenn), dan penyidik Eric Byer (Edward Norton) terpaksa menutup jejak operasi rahasia ini hingga bisa membantah tudingan dunia internasional. Untuk itu, mereka harus menggelar rapat berjam-jam hingga berhari-hari lamanya.

    Operasi Blackbriar dan Treadstone tidak begitu saja sampai ke telinga publik. Jason Bourne-lah yang menguaknya. Ya, setelah lima tahun menghilang dari peredaran, Bourne kembali lagi. Kini ia hadir dalam The Bourne Legacy.

    Meski masih dalam sekuel The Bourne yang diambil dari novel karangan Robert Ludlum, cerita Jason Bourne tak lagi digarap sutradara Paul Greengrass. Kini Bourne dipegang Tony Gilroy. Sutradara yang sebelumnya memproduseri Michael Clayton (2009) dan menulis naskah sekuel The Bourne.

    Paul Greengrass tak ada. Matt Damon pun tidak ada. Pelaku Jason Bourne dalam tiga seri terdahulu itu merasa film Bourne tak bakal sama tanpa Greengrass. Lalu bagaimana jadinya Bourne tanpa keduanya? Hasilnya ya sudah tertebak. Berbeda!

    Dulu Tony Gilroy memang menulis naskah untuk The Bourne Identity, The Bourne Supremacy, serta The Bourne Ultimatum. Dalam The Bourne Legacy, ia juga bertindak sebagai penulis naskah. Tapi beda majikan, lain pula perlakuan. Maka beda sutradara, tak sama juga arahannya.

    Kala The Bourne masih ditangani Paul Greengrass, tendangan, pukulan, tembakan, pelarian, dan pengejaran terus terjadi dari awal hingga akhir babak. Tak banyak dialog yang tercecer di sana. Paul Greengrass lebih menekankan ke aksi Matt Damon sebagai seorang pelarian. Adrenalin penonton terpacu sejak awal film.

    Tapi bersama Tony Gilroy, plot ketegangan sepertinya sulit terbangun. Perlu puluhan menit untuk mencapai titik yang mendebarkan. Dan sebelum sampai ke sana, dialog demi dialog terus dicetuskan.

    Apalagi ketika CIA tengah merencanakan konspirasi bersama Departemen Pertahanan Amerika. Naskah yang dibacakan tiap pemain begitu berat dan panjang. Sehingga pembicaraan di antara mereka bukan cuma dialog sambil lalu. Tapi obrolan yang perlu dicermati tiap katanya. Hingga mata tak boleh lepas dari kalimat teks terjemahan di layar. Kalau meleng, bisa dipastikan otak akan berpikir keras untuk merangkai kejadian yang ada dalam The Bourne Legacy.

    Waktu peran utama The Bourne diserahkan ke Jeremy Renner, yang terpikir: bagaimana jadinya sosok Bourne tanpa Matt Damon. Nyatanya Jeremy Renner tak pernah menjadi Jason Bourne. Ia memang peran utama dalam The Bourne Legacy. Tapi sebagai Aaron Cross. Sedangkan Jason Bourne tetap dipegang Matt Damon. Peran yang muncul dalam sebuah nama saja.

    Bisa dikatakan, setengah perjalanan Bourne Legacy cukup membosankan. Keheroikan tak begitu terasa pada awal babak. Malahan jalan ceritanya rada membingungkan. Mungkin dikarenakan banyaknya tokoh yang dikenalkan di permulaan dengan dialog yang bejibun. Jadinya jelimet. Setelah waktu bergulir setengah jalan, aksi Bourne keempat ini baru bisa dinikmati.

    Bicara soal aksi, kepiawaian Jeremy Renner sendiri tak kalah dibandingkan Matt Damon. Toh sebelumnya dia pernah berlaga di Mission: Impossible – Ghost Protocol (2011), Marvel's The Avengers (2012), The Hurt Locker (2008), dan SWAT (2003). Apalagi Renner punya paras yang memukau. Membuat mata enak memandang layar selama film diputar.

    The Bourne Legacy

    Sutradara: Tony Gilroy

    Pemain: Jeremy Renner, Rachel Weisz, Edward Norton, Joan Allen, Albert Finney

    Durasi: 135 menit

    Genre: Aksi

    Distribusi: Universal Pictures

    CORNILA DESYANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.