Yogyakarta Gelar Festival Film Pelajar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Jeffrey McWhorter

    AP/Jeffrey McWhorter

    TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Festival Film Pelajar Jogja kembali digelar pada 17-18 Desember mendatang di Benteng Vedeburg, Yogyakarta. Penyelenggaraan untuk kedua kalinya ini mengusung tema "Bhinneka Tunggal Ika sebagai Pembentuk Jati Diri Bangsa".

    Berangkat dari tema ini, para peserta diminta mengelaborasi cerita dari lingkungan terdekat soal keragaman seni, akulturasi budaya, toleransi, komunitas heterogen yang inspiratif, cerita atau profil tokoh masyarakat/adat, tokoh perdamaian, tokoh pendidikan, dan lain-lain.

    Menurut panitia acara, Tony W. Taslim, ketika dihubungi Tempo, dari 70 karya yang masuk panitia telah menyeleksi 10 karya untuk diputar. Mereka terdiri dari lima karya kategori fiksi, live action, animasi, dan lima karya dokumenter. Tiap karya berdurasi maksimal sepuluh menit.

    "Film yang diputar adalah yang lolos seleksi dan beberapa dari pilihan panitia," kata Tony. Menurut Tony, pemilihan lokasi festival di pusat kota akan memudahkan para tamu dari luar daerah mengaksesnya, selain menonjolkan kehangatan dan keindahan Yogyakarta yang merupakan Kota Budaya dan Pelajar.

    Pelajar tingkat SMA dan sederajat merupakan sasaran utama FFPJ 2011, tapi terbuka juga untuk umum. Acara-acara FFPJ 2011 yang akan digelar antara lain pemutaran film pelajar, pemutaran film pilihan panitia, seminar nasional, klinik film, serta temu Komunitas Film Pelajar Indonesia.

    Perwakilan dari tim produksi yang karyanya mendapatkan penghargaan terbaik I, II, dan III kategori fiksi dan dokumenter akan diberikan beasiswa mengikuti workshop seni film senilai Rp 10 juta. Beasiswa tidak termasuk biaya transportasi pulang-pergi peserta dari daerahnya ke lokasi workshop.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.