Widjajono Partowidagdo: Pusing Rambut Gondrong

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Widodo S. Jusuf

    ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidadgo dikenal cuek dengan rambutnya yang gondrong dan dibiarkan tidak rapi. Saat dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 19 Oktober lalu, Kepala  Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Kuntoro Mangkusubroto menegurnya agar memangkas rambutnya, “Dik, mbok rambutnya dipotong?” Dengan enteng Widjojono menjawab, “Be your self saja,” ujarnya saat berbincang dengan Tempo di kediamannya akhir pekan lalu.

    Ia mengaku tak ambil pusing dengan penampilan. Tak ada keluhan dari istri? Jawaban nyeleneh keluar lagi dari mulutnya, “Nggak mungkin dia complain. Wong saya selalu pacaran sama dia kok.”

    Istrinya, ekonom dari Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati, disebutnya tak pernah sekalipun mengeluhkan penampilannya. Pun dengan putri satu-satunya, Kristal  Amalia. “Dia sih nggak banyak ngomong orangnya, cuek kayak bapaknya,” ia menyahut kalem.

    Tapi rupanya, komentar orang-orang soal ‘kegondrongan’ bekas dosen Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung ini membuatnya gerah juga. Beberapa waktu lalu, ia menghadiri reuni SMA Negeri 5 Bandung. Salah satu temannya menegur “Rambutmu kok lebih panjang dari rambutku. Kamu kan sudah jadi wakil menteri, dlihat banyak orang," kata temannnya. Saran ini rupanya manjur. “Ya sudah, minggu ini saya mau potong,” katanya.

    Di Rudy Suwarno atauPeter F Saerang, kah?  “Saya biasa potong di gang di deket Pasar Santa,”  ia menyergah seraya menunjuk daerah yang tak jauh dari rumahnya di Ciragil, Kebayoran Baru.

    ISTIQOMATUL HAYATI| SUDRAJAT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.