Iyut Bing Slamet Terancam 12 Tahun Penjara

Reporter

Editor

Penyanyi Ratna Fairuz Albar alias Iyut Bing Slamet (bertopi). ANTARA/Teresia May

TEMPO Interaktif, Jakarta - Sidang kasus kepemilikan narkoba atas terdakwa Ratna Fairuz alias Iyut Bing Slamet mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu, 25 Mei 2011 dengan agenda pembacaan dakwaan. Dalam pembacaan dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum Amir mendakwa putri Bing Slamet itu dengan tiga pasal berlapis.

Pada dakwaan primer, Iyut dijerat pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Kemudian dalam dakwaan subsider, kakak Adi Bing Slamet itu dijerat pasal 112 ayat 1 dan pada subsider lanjutan ia dikenakan pasal 127 ayat 1 UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009.

"Ia bisa dikenakan hukuman penjara 12 tahun," kata Jaksa Penuntut Umum, Adi, saat ditemui seusai sidang yang sempat molor selama 3,5 jam itu.

Menurut jaksa dalam dakwaan primernya, Iyut pada saat ditangkap 8 Maret lalu benar dan terbukti melakukan transaksi narkotika sebesar 0,4 gram di sebuah hotel di kawasan Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat.

Hal itu, lanjut Amir, dibuktikan dari hasil uji laboratorium Badan Narkotika Nasional yang menunjukkan barang berbentuk kristal bening yang ditransaksikan Iyut itu berjenis sabu-sabu.

"Hasil pemeriksaan BNN pada 10 Maret membuktikan bahwa barang itu positif sabu-sabu," kata Amir dalam pembacaan dakwaan.

Terkait dakwaan itu, kuasa hukum Iyut, Ferry Juan, mengaku tidak keberatan. "Kami terima semua dakwaan, tidak keberatan," ujarnya.

Dengan yakin, Ferry bahkan menyebut kliennya itu hanya akan diputus untuk menjalani rehabilitasi. Menurutnya, kliennya itu hanya memiliki barang sebanyak 0,4 gram dan tidak laik divonis hukuman penjara.

"Sesuai surat edaran Mahkamah Agung, orang yang memiliki narkotika kurang dari 1 gram kan hanya diwajibkan rehabilitasi. Iyut hanya 0,4, jadi saya yakin hanya akan direhabilitasi," ujar Ferry lagi.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Martinus Bala itu sendiri molor sekitar 3,5 jam. Sidang dimulai pukul 16.30 WIB dan selesai 30 menit kemudian. Sidang akan kembali dilanjutkan pada Rabu pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.

Jaksa Iwan Setiadi yang ditemui seusai sidang mengatakan, ia akan menghadirkan tiga orang saksi dalam sidang pekan depan. "Saksi tiga orang. Petugas dari Mabes Polri yang menangkap Iyut," ujar Iwan.

Iyut sendiri datang ke PN Jakarta Barat pada pukul 16.15 WIB. Ia datang mengenakan kemeja putih, celana berwarna hitam dan sepatu hak tinggi berwarna putih.

Sebelumnya, Iyut ditangkap Direktorat Narkotika Mabes Polri pada 8 Maret lalu di sebuah hotel di Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat dengan barang bukti 0,4 gram sabu-sabu dan sebuah alat hisap.


ARIE FIRDAUS






Hotman Paris Masih Persoalkan Minimnya Saksi dalam Dakwaan Jaksa di Kasus Sabu Teddy Minahasa

1 hari lalu

Hotman Paris Masih Persoalkan Minimnya Saksi dalam Dakwaan Jaksa di Kasus Sabu Teddy Minahasa

Hotman Paris mempertanyakan minimnya saksi dan keterangan saksi soal dugaan perintah penukaran sabu oleh Irjen Teddy Minahasa.


Jaksa: PN Jakarta Barat Tetap Berwenang Adili Teddy Minahasa Meski Tukar Sabunya di Bukittinggi

1 hari lalu

Jaksa: PN Jakarta Barat Tetap Berwenang Adili Teddy Minahasa Meski Tukar Sabunya di Bukittinggi

Jaksa penuntut umum menjawab eksepsi Teddy Minahasa yang menyatakan kasus tukar sabu tidak bisa diadili di PN Jakarta Barat.


Hotman Paris Hutapea Kecewa JPU Tak Jawab Keberatan atas Dakwaan Teddy Minahasa

1 hari lalu

Hotman Paris Hutapea Kecewa JPU Tak Jawab Keberatan atas Dakwaan Teddy Minahasa

Tanggapan jaksa dianggap belum menjawab eksepsi atas dakwaan Teddy Minahasa.


Sidang Teddy Minahasa Hari Ini, JPU Akan Tanggapi Keberatan Dakwaan yang Disampaikan Hotman Paris

1 hari lalu

Sidang Teddy Minahasa Hari Ini, JPU Akan Tanggapi Keberatan Dakwaan yang Disampaikan Hotman Paris

Sidang kasus sabu dengan terdakwa Teddy Minahasa hari ini mengagendakan pembacaan tanggapan jaksa atas eksepsi terdakwa yang dibacakan Hotman Paris.


Nikita Mirzani Dilaporkan oleh Tengku Zanzabella Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik, Ini Reaksi Pengacaranya

2 hari lalu

Nikita Mirzani Dilaporkan oleh Tengku Zanzabella Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik, Ini Reaksi Pengacaranya

Tengku Zanzabella merasa dirugikan karena nomor teleponnya disebarkan Nikita Mirzani sehingga banyak pesan yang masuk.


Modus Jaringan India, Selundupkan Sabu Kualitas Super ke Dalam 205 Kancing Gaun Pesta

2 hari lalu

Modus Jaringan India, Selundupkan Sabu Kualitas Super ke Dalam 205 Kancing Gaun Pesta

Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota mengungkap jaringan narkotika asal India yang menyelundupkan sabu melalui jasa ekspedisi.


Temuan Modus Baru Penyelundupan Narkoba di Penjara: Sabu Cair dalam Kemasan Saus

3 hari lalu

Temuan Modus Baru Penyelundupan Narkoba di Penjara: Sabu Cair dalam Kemasan Saus

Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Kalimantan Timur, menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu cair di dalam lingkungan penjara itu, Sabtu.


Kepolisian Dubai Menahan 28 Pengedar yang Menjual Narkoba Senilai Rp 130 M

4 hari lalu

Kepolisian Dubai Menahan 28 Pengedar yang Menjual Narkoba Senilai Rp 130 M

Dalam sebuah laporan disebutkan kalau para pengedar narkoba tersebut ditangkap saat berusaha menjual 111 kilogram narkoba berbagai jenis.


Teddy Minahasa Minta Dody Prawiranegara Tukar Barang Bukti Sabu untuk Operasi Penjebakan

4 hari lalu

Teddy Minahasa Minta Dody Prawiranegara Tukar Barang Bukti Sabu untuk Operasi Penjebakan

Hotman Paris menyatakan Teddy Minahasa ingin meminjam barang bukti sabu untuk operasi penjebakan dan penangkapan Linda.


Sidang Sabu Teddy Minahasa, Hotman Paris Pertanyakan Sampel Sabu di Jakarta dan Bukittinggi

4 hari lalu

Sidang Sabu Teddy Minahasa, Hotman Paris Pertanyakan Sampel Sabu di Jakarta dan Bukittinggi

Hotman Paris menilai dakwaan jaksa terhadap Teddy Minahasa prematur karena para saksi pada saat pemusnahan barang bukti sabu tidak diperiksa.