Moon Geun-young Jadi Adik Se-Korea  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Moon Geun Young. Dok: www.nimg.nate.com

    Moon Geun Young. Dok: www.nimg.nate.com

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Muda, cantik, pintar, baik, dermawan, dan kaya pula. Siapa yang tak ingin mempunyai adik perempuan dengan kriteria lengkap seperti itu? Di Korea Selatan, enam kriteria ini dilekatkan pada Moon Geun-young. Tak hanya dikenal di Negeri Ginseng, kepopuleran aktris, model, dan bintang iklan ini juga melambung hingga Asia.

    Sejak membintangi film My Little Bride (2004), "gelar" sebagai adik perempuan Korea (disebut gukmin yeo-dong-saeng) ditabalkan kepadanya. Film tentang gadis yang menikah muda itu ditonton lebih dari 3 juta penonton. Angka ini belum termasuk penonton Asia di luar Korea yang tertular kepopuleran film komedi itu. Gaya Geun-young yang imut membuat publik Korea gemas.

    Gadis kelahiran Gwangju, 6 Mei 1987, ini sejak kecil sudah menyadari aura bintangnya bakal bersinar terang. Geun-young membintangi drama di sekolahnya ketika berusia 8 tahun, yang membuat kedua orang tuanya terkejut. Ia meminta agar disekolahkan di sekolah akting. Permintaan itu ditolak. Latar belakang keluarganya jauh dari urusan seni peran.

    Geun-young tak lelah berjuang. Setahun kemudian, dia mengajukan lagi keinginannya. Gerah terus didesak putri sulungnya itu, ayah dan ibunya meluluskan permintaannya dengan persyaratan unik. Geun-young bakal dipindahkan ke sekolah akting jika kandidat presiden waktu itu, Kim Dae-jung, tokoh politik Korea Selatan, memenangi pemilihan presiden pada 1997.

    Mereka tak bisa berkelit lagi setelah Dae-jung menang mutlak. Geun-young dipindahkan ke sekolah akting di Gwangju. Setahun kemudian, oleh sekolahnya, ia dipindahkan ke sekolah serupa di Seoul dan langsung mendapatkan tawaran ikut pementasan beberapa drama Korea.

    Peran pertama ia peroleh dalam film dokumenter On The Way (1999). Setahun berikut, publik mengenalnya sebagai Eun-seo cilik dalam drama fenomenal Autumn in My Heart atau yang lebih dikenal di Indonesia dengan judul Endless Love. Serial tentang gadis yang tertukar ini tak cuma melambungkan Song Seung-hoon dan Song Hye-kyo di Asia. Geun-young pun mulai dilirik sebagai bintang muda potensial. Sinarnya makin terang setelah bermain di film horor A Tale of Two Sisters (2003), yang penuh pujian.

    Sayang, ia sempat tergelincir ketika bermain di film Love Me Not (2006). Penampilannya dengan aktor Kim Joo-hyuk dianggap tidak ada chemistry. Tapi ia bersinar kembali saat berperan sebagai "pria" pelukis kerajaan dalam serial The Painter of Wind (2008). Geun-young diganjar sebagai aktris terbaik dalam Baeksang Arts Awards, semacam penghargaan tertinggi insan film dan sinetron Korea, tahun lalu.

    Dalam film itu, aktingnya lebih matang dan total. Serial ini sempat tertunda penayangannya selama sepekan lantaran menunggu kesembuhan hidung Geun-young yang patah terkena pukulan Park Shin-yang, lawan mainnya.

    Ia tetap dicintai warga Korea bahkan ketika mengambil peran sebagai saudara tiri Cinderella di Cinderella's Sister (2010). Dalam serial itu, Geun-young memerankan tokoh antagonis. Tidak jahat, hanya dingin dan egoistis. Publik memang kaget, tapi dengan cepat memaafkannya. "Saya hanya ingin bermain dengan lebih banyak karakter," kata sarjana sastra dari Universitas Sungkyunkwan, Seoul, itu.

    Tak lama setelah serial yang berakhir dengan rating tinggi itu, Geun-young mendapatkan tawaran lagi sebagai Mary, gadis ceria dan penuh optimisme meskipun berpenghasilan pas-pasan, dalam Marry Me, Mary. Para penggemar makin gemas dengan paduan asyik antara Geun-young dan Jang Geun-seok.

    Publik makin terpikat oleh kedermawanan Geun-young. Dua tahun lalu, lembaga donasi Korea (Community Chest of Korea) melansir daftar penyumbang mereka yang selama itu anonim. Geun-young tercatat sebagai donatur individu terbesar di Korea. Geun-young sudah menyumbangkan lebih dari 850 juta won (sekitar Rp 6,68 miliar) sejak berusia 15 tahun. Pada 2006, ia menyumbang sebesar 300 juta kepada Haenam Children's Center (mendirikan sekolah untuk anak miskin). Ia juga tak ragu menyumbangkan dana 100 juta won ke sebuah perpustakaan Korea di Sydney, Australia. Kemurahan hatinya ini membuat publik menyebutnya "Malaikat Amal".

    Toh, ada juga yang berkata nyinyir. Geun-young dituding melanggengkan politik komunis di Korea Selatan. Ji Man-won, profesor dan kolumnis Korea Selatan dari kelompok konservatif dan pendukung militer, menyorot tindakan mulia Geun-young tersebut. Tudingan ini berkaitan dengan darah politik yang mengalir di keluarganya. Kakek dari ibunya, Ryu Nak-jin, adalah bekas tahanan politik karena aktivitasnya sebagai tokoh gerilyawan komunis pro-Korea Utara saat Perang Korea. Dia meninggal pada 1 April 2005 dalam pengasingan.

    Di dalam artikel tersebut, Ji Man-won menuding aksi Geun-young merupakan bagian dari pendekatan psikologikal komunis menunjukkan kebaikan organisasi ini. "Donasi itu untuk membuat orang menghormati komunis," ujar Man-won. Ia juga dianggap melakukan kampanye terselubung negara komunis itu. Geun-young tentu saja membantah. Menurut dia, aksi sosial itu karena mengikuti orang tuanya. BERBAGAI SUMBER | ISTIQOMATUL HAYATI

    Nama: Moon Geun-young
    Kelahiran: Gwangju, Korea Selatan, 6 Mei 1987
    Tinggi: 165 cm
    Berat: 45 kg
    Pekerjaan: aktris, model
    Pendidikan: Studi Sastra Sungkyunkwan University
    Filmografi:
    l On The Way (1999)
    l Lover's Concerto (2002)
    l A Tale of Sisters (2003)
    l My Little Bride (2004)
    l Innocent Steps (2005)
    l Love Me Not (2006)

    Drama TV
    l Autumn in my Heart (2000)
    l Life is Beautiful (2001)
    l Empress Myseongseong (2001)
    l Only You (2003)
    l The Painter of Wind (2008)
    l Cinderella's Sister (2010)
    l Marry Me, Mary! (2010)


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.