Kelompok Seringgit Pameran di Hanoi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karya Perupa Hadi Susanto, salah satu anggota Kelompok Seringgit, melukis ikan mas koki. (TEMPO/HERU CN)

    Karya Perupa Hadi Susanto, salah satu anggota Kelompok Seringgit, melukis ikan mas koki. (TEMPO/HERU CN)

    TEMPO Interaktif, Yogyakarta - p { margin-bottom: 0.08in; }Para perupa yang tergabung dalam kelompok Seringgit, Yogyakarta, diundang untuk memamerkan karyanya di Vietnam Fine Art Museum, Hanoi, awal Desember nanti. Bagi kelompok Seringgit, pameran di Vietnam Fine Art Museum nanti adalah untuk ketiga kalinya.


    “Ini pameran rutin tahunan yang digelar di Vietnam. Bagi kelompok Seringgit, ini adalah undangan ketiga untuk berpameran di Vietnam Fine Art Museum,” kata Netok Sawiji_Rusnoto Suisanto, kurator pameran, Rabu kemarin.


    Menurut Netok, pameran di Vietnam Fine Art Museum, Hanoi itu sedianya akan digelar pada 18-24 Oktober 2010. Pameran ini atas undangan KBRI di Vietnam untuk memperingati hubungan diplomatik RI-Vietnam yang memasuki tahun ke-55. Namun karena ada penjadwalan ulang kunjungan Presiden RI pada KTT Asia Timur di Vietnam, pameran ini kemudian ditunda hingga awal Desember nanti.


    Materi pameran yang akan dibawa ke Vietnam nanti, terlebih dulu dipamerkan di Tujuh Bintang Art Space, Yogyakarta, 23 Oktober-13 November lalu. Pameran bertajuk “Artlicious” ini diikuti 18 perupa anggota kelompok Seringgit. Mereka adalah Nurkholis, Hadi Soesanto, Hardiana, Eddy Sulistyo, Rommy Iskandar, Joko ‘Gundul’ Sulistiono, I Gede Arya Sucitra, I Made Arya Palguna, Dani ‘King’ Heriyanto, Dadi Setiadi, Januri, Dyan Anggraini, Felix S Wanto, Wilman Syahnur, Agus ‘Baqul’ Purnomo, Suitbertus Sarwoko, Suharmanto, dan Sapto Adinugroho.


    Netok menambahkan, kelompok Seringgit secara rutin diundang berpameran di Vietnam Fine Art Museum, karena mereka yang memiliki jaringan di Vietnam. “Ke depan, mungkin saja kelompok lain yang diundang ke Vietnam. Itu tergantung bagaimana membangun jaringan dengan Vietnam,” katanya.


    Karya kelompok Seringgit yang bakal diunsung ke Hanoi nanti diharapkan bisa menjadi “wabah kecil” di Vietnam. Sebab, katanya, dunia senirupa di Vietnam membutuhkan sentuhan inspirasi. Sentuhan ini diharapkan datang dari Kelompok Seringgit karena nantinya mereka akan berbaur dengan seniman setempat melalui forum diskusi dan workshop.


    “Kelompok Seringgit dan perupa Vietnam saat ini memiliki satu semangat, yakni sedang getol menggali inspirasi lokal. Sejak 1965 hingga sekarang, di Vietnam ada semangat untuk mengembalikan budaya lama. Warisan budaya Eropa disingkirkan, diganti dengan sesuatu yang sifatnya local genius,” ujarnya menerangkan.



    HERU CN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?