Adam Levine: Jake Gyllenhaal Bukan Gay  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jake Gyllehaal. AP/Chris Pizzello

    Jake Gyllehaal. AP/Chris Pizzello

    TEMPO Interaktif, Apa yang sering dibicarakan vokalis band ternama selain musik, rekaman album baru, dan jadwal manggung? Rupanya, selain album barunya, Hands All Over,  Adam Levine, vokalis band Maroon 5 akhir-akhir ini juga buka suara soal rumor yang mengatakan bahwa kawannya selama ini, Jake Gyllenhaal, adalah seorang homoseksual. 

    Tak hanya itu, ia juga bicara soal banyaknya bintang pop muda yang bahkan tak tahu apa-apa, serta persepsi bahwa Maroon 5 bukan band serius. 

    "Kadang-kadang saya hipersensitif terhadap kenyataan yang tak perlu dianggap serius," katanya. "Tapi saya tidak menyadari. Padahal kami telah memenangkan penghargaan yang benar-benar bergengsi, Grammy dan semua hal ini," ungkapnya.

    Levine yang sukses mempopulerkan tembang She Will Be Loved berharap agar masyarakat pada umumnya dan khususnya media bisa bersikap dewasa dan tidak lagi menganggap Gyllenhaal seorang gay. 

    Memang, kata Levine, sejak memerankan tokoh homoseksual dalam film brokeback Mountain, Gyllenhaal tak lepas dari sorotan media. Karena kepiawaiannya berperan dalam film itu, media menganggap Gyllenhaal benar-benar seorang gay.

    "Saya telah mengenalnya cukup lama. Dia adalah salah satu teman terbaik saya, rasanya sangat aneh dan sangat tidak dewasa bagaimana media memperlakukannya. Jika ia nongkrong bareng teman-teman lelaki langsung dianggap gay, lama kelamaan sama saja menambah ketakutan akan penyuka sesama jenis yang mucul di budaya kita, itu sangat bodoh," tuturnya.

    Mengenai musik pop saat ini. ia mengaku tak terlalu paham dan mengenal bintang pop masa kini. Bahkan ketika ia ngobrol dengan manajer musiknya, ia merasa sama sekali tidak nyambung.  

    "Jika Anda memberikan daftar sepuluh besar artis musik saat ini, mungkin saya akan bertanya, siapa Anda? Saya tidak ada hubungan sama sekali dengan mereka," ujarnya.

    Bagaimana dengan Lady Gaga? ternyata ia sangat menyukai kehadirannya. Menurutnya, Gaga  merupakan artis pop yang cukup berbobot. Selain itu, ia menganggap Gaga telah membuat suatu inovasi pada musik pop, setidaknya pemikiran ke depan yang lebih maju dan berbeda.

    "Gayanya aneh, ia cewek aneh. Gaya berpakaiannya juga aneh. Musiknya ringan. Itu sungguh menakjubkan. Saya pikir itu bagus untuk musik pop, saya juga suka karena dia sering tampil telanjang, aneh, menakjubkan, dan keren," lanjut Levine.
    Bicara soal popularitas sebuah band, biasanya tak luput dari andil sang vokalis, yang menjadi sorotan utama. Popularitas tersebut otomatis telah mempengaruhi band. Menanggapi soal popularitas, ia justru merasa aneh. 

    Dalam sebuah artikel, ia pernah mengatakan jika kita  sebagai pria paruh baya kelebihan berat badan, itu dianggap serius dan musik kami akan dianggap ironis, keren, dan modern. Musik yang sama, namun beda tampilan.
    "Mungkin saja itu benar. Mungkin sedikit menyakitkan, tapi ini juga asumsi bahwa diri saya menarik, lucu. Saya juga dianggap sering main perempuan, dan beberapa hal aneh tentang seorang pria. Saya sering dengar istilahnya Lothario," paparnya. Namun, ia tetap santai menghadapi semua itu. 

    "Saya masih muda, sukses, dan saya telah bersenang-senang, serta berhubungan dengan perempuan," tandasnya.
    POPEATER I KARINA TH I PGR 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.