Meski Menyesal, Pembunuh Lennon Tak Dapat Keringanan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • John Lennon. AP/John Lindsay

    John Lennon. AP/John Lindsay

    TEMPO Interaktif, NEW YORK -  Pembunuh John Lennon, Mark David Chapman, mengatakan ingin menjadi seseorang dengan membunuh vokalis The Beatles itu. Nyatanya, ia malah menjadi seorang pembunuh. “Saya menjadi seorang pembunuh dan pembunuh bukanlah siapa-siapa,” kata Chapman kepada dewan pembebasan bersyarat di New York.

    Chapman (55) menembak dan membunuh Lennon di depan apartemennya di New York pada 1980. Selain Lennon, Chapman juga berencana membunuh beberapa orang lainnya yakni seorang pemandu acara Johny Carson, dan aktris Elizabeth Taylor. Dan Lennon berada pada urutan pertama.

    “Saat itu saya tidak dapat berpikir jernih, saya telah membuat keputusan yang sadis dengan mengakhiri hidup orang lain untuk sebuah alasan yang egois,” aku Chapman

    Selama di penjara, Chapman bekerja sebagai kuli barang dan juru tulis di perpustakaan. Kepada dewan pembebasan bersyarat ia mengatakan seorang hakim bersedia mencarikan pekerjaan jika ia dibebaskan nanti. Ia sekarang telah berubah setelah mengenal Tuhan.

    Meski demikian dewan pembebas bersyarat tetap menolak banding pembebasan bersyaratnya. Sebab, dinilai telah mengabaikan nilai-nilai sosial dan kehidupan seorang manusia.

    BBC/ Aqida Swamurti


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.