Seni Grafiti Harus Dilindungi dan Disebarkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (TEMPO/NOVI KARTIKA)

    (TEMPO/NOVI KARTIKA)

    TEMPO Interaktif, New York - Seni grafiti jalanan, yang kerap dianggap kejahatan tapi belakangan masuk ke galeri-galeri bergengsi, memasuki tahap baru untuk memapankan dirinya sebagai seni yang legal. Sepekan terakhir ini telah diluncurkan Urban Art Foundation di New York, Amerika Serikat, yang menawarkan dukungan keuangan dan bantuan hukum untuk orang-orang yang ditahan karena mencorat-coret jalan-jalan kota. Mereka juga berharap untuk mendapatkan status landmark bagi beberapa karya cantik yang dibikin secara diam-diam di New York dan mempromosikan jenis kesenian ini di sekolah-sekolah negeri.

    Kelompok itu muncul dalam sebuah musyawarah terbuka para seniman grafiti dunia di P.S. 15 di Paterson, New Jersey, untuk menggalang dana pembentukan organisasi itu. Para pesertanya adalah para seniman jalanan terkenal, seperti Eyesor, Madhatter, Herm Life, dan Ms. Bless. Selama acara itu, mereka melukis dinding sebuah sekolah dan memberi pelajaran melukis dengan cat semprot dan kegiatan terkait seni lainnya untuk anak-anak.

    Penguasaha real estate Eric Granowsky menggagas pembentukan yayasan baru yang sedang dalam proses menjadi lembaga nirlaba itu, setelah dia kecewa dengan pengurangan program seni di sekolah putrinya--sebuah tren menyedihkan yang kini terjadi di sekolah-sekolah negeri New York.

    "Kami ingin mendekriminalisasikan seni dan pada saat yang sama mendukungnya bagi generasi-generasi mendatang," kata Craig Dershowitz, yang turut mendirikan yayasan itu, kepada Wall Street Journal.

    Tapi, tak semua orang merasa bahwa melindungi grafiti dan membuatnya dapat diakses anak-anak adalah sebuah gagasan yang bagus. "Kami ingin melihat mereka berubah atau dipenjara dan saya ingin meereka membayar ganti rugi," kata Fred Kress, koordinator organisasi Citizens Against Graffiti Everywhere, kepada Journal. "Ini kan vandal, pastilah bukan karya seniman. Kalau begitu nyeni, mengapa mereka tidak melakukannya di mobil dan rumah mereka sendiri?"

    Sentimen serupa dirasakan polisi New York City, yang telah meningkatkan sikap antigrafitinya dengan menahan para seniman jalanan, dari 2.962 orang pada 2006 menjadi 4.158 para tahun lalu.

    iwank | Artinfo


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.