Pameran Foto Jugun Ianfu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Salah satu kejahatan yang acap terjadi dalam situasi perang adalah kekerasan seksual. Dalam Perang Dunia Kedua, para tentara Jepang bahkan dikabarkan membangun sistem kerja paksa seksual secara terorganisir. Ribuan Jugun Ianfu atawa wanita penghibur di Asia dipaksa masuk prostitusi di dalam bordil militer. Selain itu, banyak juga gadis yang mengalami kekerasan seksual di gudang pabrik, gerbong kereta, maupun di rumah.


    Sekitar 65 tahun kemudian, wartawati Hilde Janssen dan fotografer Jan Banning keliling Indonesia untuk bertemu dengan para Jugun Ianfu. Janssen mencatat kisah-kisah mereka dan Banning memberi mereka wajah.


    Dalam pameran ini 18 mantan Jugun Ianfu membuka kisah masa lalunya dan mendobrak tabu yang melingkupi mereka selama ini. Kisah-kisah singkat yang menceritakan nasib para mantan Jugun Ianfu memberi gambaran yang sangat mengharukan tentang sejarah kelabu ini.


    Foto-foto yang disuguhkan dalam pameran ini dikombinasikan dengan poster propaganda perang Jepang. Ini menunjukkan perang antara sisi lelaki dan perempuan, propaganda versus realitasnya.



    Kalim/Pelbagai Sumber


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.